Dirujuk Dengan Kondisi Kaki Makin Bengkak

Pasien tumor hati bernama Teovani Bisterey saat menjalani perawatan di RSUD Dok II Jayapura. Hari ini rencananya Teovani akan dirujuk untuk ditangani di RS dr Soetomo Surabaya.(FOTO : Gamel/Cepos)

JAYAPURA – Terhitung hampir dua bulan sejak 3 Agustus lalu, pasien tumor hati bernama Teovani Bisterey menjalani perawatan di RSUD Dok II Jayapura. Kondisinya terbilang belum membaik. Perutnya tetap besar bahkan kondisi kakinya lebih parah. Semakin bengkak dan mulai terlihat lebam-lebam merah. Rencananya hari ini (Jumat, 28/9) akan dirujuk ke RS dr Soetomo, Surabaya.

“Pasien Teovani akhirnya akan dirujuk, dan besok (hari ini.red) akan berangkat, semoga bisa mendapat penanganan yang lebih baik karena kondisinya terlihat masih berat (parah),” kata Gunawan, salah satu pekerja sosial di Jayapura melalui ponselnya tadi malam.

  Gunawan sendiri rencananya akan ikut mendampingi Teovani bersama sang ayah, Amatus Jifmay serta seorang dokter. Hanya Gunawan berangkat menggunakan bantuan dari beberapa rekan sesama pekerja sosial, sedangkan pasien dan keluarga menggunakan dana Kartu Papua Sehat (KPS).

Sementara sang ibu, Mathea tidak bisa mendampingi sang anak karena harus melihat adik Teovani yang meninggal di Asmat. Ia berangkat dengan bayi yang baru dilahirkan. “Keputusannya seperti itu, jadi sang ayah mendampingi Teovani ke Surabaya, sementara ibunya ke Asmat bersama bayinya karena anaknya ada yang meninggal,” kata Gunawan.

   Pria yang sebelumnya mendampingi Yustina ke rumah sakit yang sama ini menyampaikan bahwa kondisi kaki Teovani memang terlihat  lebih bengkak dibanding sebelumnya.

Pembengkakan ini mulai dari lutut hingga telapak kaki dan warna kulitnya sedikit menguning namun mengeluarkan bercak-bercak merah. Hanya Teovani kini bisa lebih rileks setelah anggota tim doa memberikannya sebuah smart phone untuk hiburan. “Iya, dia sekarang diberi mainan game di Hp biar tidak terlalu focus pada sakitnya, meski masih sering menjerit kesakitan,” kata Jhanet, pekerja sosial lainnya. Lanjut Jhanet, saat ini pihaknya membutuhkan uluran tangan dari warga untuk ikut membantu pasien dan keluarganya, sebab dipastikan ada biaya tak terduga yang dibutuhkan.

“Pihak keluarga pasti butuh bantuan lebih yang tidak ditanggung oleh KPS,” kata Jhanet.

  Kondisi Teovani mulai diketahui menderita tumor sejak masih berusia 1 tahun. Gejala adanya tumor sudah nampak.  Terlihat benjolan di bagian perut. Hanya ketika itu belum dilakukan penanganan serius, lantaran usianya masih sangat kecil. Nantinya ketika berusia 2 tahun barulah dilakukan operasi. (ade/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *