Venue Tidak Jelas, Pembangunan Jalan Jadi Mubazir

Natan Pahabol

JAYAPURA-Perencanaan dan persiapan pembangunan venue yang mengambang, nampaknya bakal berimbas pada terhambur-hamburnya uang rakyat. Salah satunya, adalah pembangunan jalan sepanjang 1,69 km dari dekat pertigaan jalan alternative Waena-RS Bhayangkara ke kampung Buton di Skyline. Dimana pembangunan jalan yang dirigid ini informasinya sudah rampung, namun jalan ruas jalan itu ditutup dengan palang kayu.

Sekretaris Komisi V DPR Papua, Natan Pahabol mengaku informasi yang diketahuinya, akes jalan ini dibangun untuk mendukung pembangunan venue salah satu cabang olahraga yang akan dipertandingkan dalam PON 2020 mendatang.

Namun, ketika pembangunan akses jalan ini sudah rampung, dengan menghabiskan anggaran miliaran rupiah, pembangunan venue PON tak kunjung dilakukan. Pada akhirnya, pembangunan akses jalan yang telah terlanjur dilakukan ini, terkesan hanya menghambur-hamburkan uang. Sebab, pemanfaatan jalan tersebut pun tidak jelas hingga kini.

“Apakah jalan ini akan benar digunakan? Apakah akan dilakukan pembangunan venue untuk menindaklanjuti jalan yang telah dibangun? Kami minta kepastian,” ujar Natan Pahabol kepada Cenderwasih Pos, Rabu (26/9) kemarin.

Pahabol khawatir jangan sampai memang venue tidak akan dibangun di lokasi tersebut. Jika demikian, maka yang rugi adalah rakyat. Sebab, uang rakyat dihambur-hamburkan untuk pembangunan dengan perencanaan yang tidak matang.

“Masyarakat Papua pun punya hak untuk mendesak pemerintah memberi kepastian dan tanggung jawab atas pembangunan jalan yang telah rampung itu. Pemerintah pun perlu koreksi dan evaluasi kinerjanya. Sebab, perencanaan kerja dan hasil tidak tepat sasaran. Untuk itu, KONI, Dinas PUPR, dan Dispora perlu duduk bersama mencari solusi terkait persoalan ini,” tambahnya.

Menurut Pahabol, pihak berwajib pun pada dasarnya berhak menginvestigasi proyek tersebut karena serba tidak jelas. “Komisi V pun akan turun tangan, memanggil pemangku kepentingan, mengusut tuntas, dan memberikan solusi terkait pembangunan jalan tersebut. Masih ada dua tahun, sehingga pembangunan jalan itu harus diperjelas,” pungkasnya. (gra/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *