Pangan Lokal Berpotensi Tingkatkan Perekonomian Papua

Berbagai menu olahan makan khas Papua yang disajikan pada saat lomba cipta menu yang digelar di Hotel Sahid Jayapura belum lama ini. (FOTO: Yohana/Cepos)

JAYAPURA – Ketua Umum BPD ICA (Indonesia Chef Association) Papua, Chef Rizzi Walts mengatakan, olahan pangan lokal yang dicanangkan Pemerintah Provinsi Papua berpotensi membangun perekonomian. Bukan hanya kopi dan sagu saja, tetapi hasil bumi lainnya seperti ubi, keladi, pisang dan sebagainya.

“Berdasarkan pengalaman saya sebagai chef dan juga pendamping ibu-ibu PKK, olahan sagu dari Papua merupakan menu yang sangat bervariasi jika dikembangkan dan memiliki nilai gizi yang tinggi serta nilai ekonomis bagi keluarga,” ungkap Rizzi kepada Cenderawasih Pos, Rabu (26/9) kemarin.

Lanjutnya, sagu jika diolah dengan baik dapat menghasilkan berbagai kreasi masakan yang luar biasa. Bukan hanya sebagai makan berat saja, tapi juga cocok diolah menjadi makanan pembuka dan penutup.

“Makan sagu tidak seharusnya tawar, atau tidak ada rasa, makan sagu bisa juga dibuat manis, dikombinasikan dengan santan, gula merah, sirup, es dan sebagainya.  Artinya sagu memiliki banyak citarasa,” terangnya.

Dalam hal ini ICA mengajak seluruh dunia usaha yang ada di Papua, khususnya di Jayapura agar dapat bersama-sama mengembangkan pangan lokal dalam hal ini sagu, karena khusus untuk sagu potensi yang dimiliki di Papua cukup besar dan sangat disayangkan jika tidak dikelola dengan baik, karena masih banyak inovasi yang bisa diciptakan bersama.

“Saya percaya khususnya food produk chef yang di hotel dan restoran dapat mengolah sagu menjadi aneka makan dengan banyak rasa. Tidak mesti harus papeda panas atau papeda bungkus, menu sagu bisa diolah menjadi makan pembuka, makanan utama dan penutup,” jelasnya.

Ditambahkan Rizzi, ICA sangat senang jika dapat membantu perhotelan, resto dan para ibu-ibu PKK dalam berkolaborasi menciptakan menu-menu pangan lokal menyambut PON 2020 mendatang. (ana/ary)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *