Indikasi DPT Ganda Capai 10 Ribuan

JAYAPURA- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Papua akan melakukan pencermatan terkait dengan Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada Kabupaten/Kota yang ada di Papua. Hal ini pasca Bawaslu RI merekomendasikan kepada KPU RI untuk melakukan pencermatan ulang dengan batas 10 hari kedepan.

Kordiv Pengawasan Bawaslu Provinsi Papua, Niko Tunjanan menyampaikan bukan hanya pencermatan terhadap kegandaan, melainkan Bawaslu juga akan mencermati pemilih-pemilih yang namanya belum terdaftar.

“Jika belum terdaftar, maka kami akan daftarkan, sehingga semua orang punya hak untuk memilih. Kami juga menemukan nama-nama yang belum memenuhi syarat terdaftar di DPT, misalkan belum mencapai usia untuk memilih,” ucap Niko kepada Cendewasih Pos, Rabu (26/9) kemarin.

Terkait hal itu, Bawaslu Provinsi Papua kata Niko sudah menyurati kepada Bawaslu di tingkat Kabupaten/Kota dan KPU untuk melakukan pencermatan.

“Dari catatan saya, 13 Kabupaten yang ada di Papua terdapat sekira 10 ribuan terindikasi Potensi kegandaan yang akan dihapus. Terjadinya pemilih ganda diakibatkan 1 orang memiliki 50 nama yang tersebar di beberapa TPS, yang membedakan hanyalah tanggal lahir,” bebernya.

Terkait dengan itu, Bawaslu Provinsi akan memerintahkan kepada seluruh Bawaslu Kabupaten/Kota untuk melakukan pencermatan. Berkoordinasi dengan dukcapil setempat termasuk Partai Politik untuk memberikan masukan.

“Kita akan memanggil Dukcapil dan KPU untuk menyingkronkan data yang ada,” kata Niko.Niko mengaku belum mengetahui apa penyebabnya. Apakah sistem yang salah, namun pencermatan di lapangan telah dilakukan Bawaslu. Bahkan, Bawaslu juga akan membentuk tim untuk melakukan pencermatan terkait DPT ganda.

“Kami akan sampaikan ke Komisi Pemilihan Umum untuk dilakukan perubahan terkait dengan daftar pemilih ganda tersebut,” pungkasnya. (fia/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *