Tokoh Agama, Adat dan Masyarakat Harus Jadi “Mesin Pendingin”

Kapolda Papua Irjen Pol Martuani Sormin saat melakukan tatap muka dengan tokoh agama, tokoh adat dan tokoh masyarakat serta Kapolres Jayapura di Hotel Matoa, Selasa (25/9). (FOTO : Elfira/cepos)

JAYAPURA– Tokoh agama, ketua suku, tokoh adat dan tokoh masyarakat harus menjadi mesin pendingin  bagi masyarakat sehingga tidak terjadi provokasi saat Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg) pada tahun 2019 mendatang.

Hal ini disampaikan Kapolda Papua Irjen Pol Martuani Sormin dalam acara tatap muka  Kapolda Papua dengan tokoh agama, tokoh adat dan tokoh masyarakat  dalam rangka pemilu aman, damai, dan sejuk tahun 2019 di Kota Jayapura di Hotel Matoa, Selasa (25/9).

Dalam tatap muka tersebut, Martuani mengaku merupakan kegiatan  resmi pertamanya selama dirinya dilantik menjadi Kapolda Papua dalam menggantikan Kapolda Papua sebelumnya Irjen Pol Boy Rafli Amar.

“Pertemuan ini melaksanakan perintah Kapolri untuk berkunjung dengan tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, ketua suku dan stake holder yang ada di Kota Jayapura,” ungkap Martuani.

Dirinya mengajak kepada semua komponen masyarakat di mana saja agar menjadikan perbedaan pilihan dalam Pileg ataupun Pilpres menjadi jalinan silaturahmi yang kuat antar sesama masyarakat.

“Kontestasi pemilu boleh panas, tetapi kita masyarakat jangan. Sebab ini adalah pesta demokrasi bagi rakyat,” terangnya.

Dirinya menaruh harap agar tokoh agama, ketua suku, tokoh adat dan tokoh masyarakat menjadi mesin pendingin. Sehingga tidak terjadi konflik di tengah masyarakat.

Sementara itu, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama  (FKUB) Kota Jayapura Willem Itaar  menyambuat baik atas pertemuan yang digagas oleh Polres Jayapura Kota. Baginya pertemuan tersebut dalam rangka  mengantisipasi hal-hal yang akan timbul saat peneyelengaraan Pilpres dan Pileg nanti.

Itaar berharap agar Penyelenggara Pemilu rutin melakukan sosialisasi kepada masyarakat, sebab masyarakat terkadang bisa digerakkan  kapan saja, dimana saja dan pada waktu apa saja demi keinginan sebuah partai.

“Jika  sosialisasi disampaikan dengan baik, saya yakin Pilpres dan Pileg akan berjalan baik sebagaimana pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur serta Bupati dan Wakil Bupati di 7 Kabupaten yang telah kita jalani dengan sukses,” terangnya. (fia/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *