Nelayan Minta Pemerintah Tentukan Harga Jual Tuna

Jimmy Yermia Wanggai Saat menujukan ikan tuna yang telah difillet dan siap untuk dipasarkan, di rumah produksinya, Selasa (25/9) kemarin. (FOTO: Yohana/Cepos)

JAYAPURA – Tingginya permintaan ikan tuna dari Jayapura baik untuk konsumsi lokal maupun untuk di ekspor membuat nelayan di Jayapura mengeluh karena adanya persaingan harga, sehingga mereka meminta pemerintah menetapkan harga.

Ketua Kelompok Nelayan Afiaro Morena Dok VIII Pantai, Jimmy Yermia Wanggai mengatakan, dirinya membuka usaha Tuna Loin sejak tahun 2017 lalu dan dirinya menjalin kerja sama dengan para pengusaha Tuna Loin di Jakarta Selain ke Jakarta,  pihaknya juga melakukan pengiriman ikan tuna ke Bali dan Makasar, yang kemudian akan dikemas dan di ekspor ke Jepang dan negara lainnya.

“Dalam sehari saya mampu mengirim 15-20 boks ikan tuna ke Jakarta, Bali maupun Makasar, dimana  dalam satu boks isi 35 kg ikan tuna yang telah difillet dan itu harus disediakan setiap hari untuk memenuhi permintaan pasar,” ungkap Jimmy kepada Cenderawasih Pos, Selasa (25/9) kemarin.

Lanjutnya, berdasarkan perjanjian kerjasama dengan pengusaha Tuna Loin, mau tidak mau pihaknya harus rutin mengirim ikan tuna dari Jayapura dengan harga Rp 35 ribu/kg  untuk kualitas A, Rp 30 ribu /kg untuk kualitas B dan Rp 25 ribu/kg untuk kualitas C serta Rp 20 ribu untuk kualitas D.

Diakuinya, dalam melakukan penangkapan ikan tuna tergantung pada musim dan kondisi laut. Jika  kondisinya baik, maka  pihaknya bisa menangkap ikan banyak jika tidak maka hasilnya juga di bawah target, hanya  15-20 boks/hari.

“Kami dalam menjalankan usaha ini yang menjadi masalah saat ini adalah harga tuna, yang mana kami nilai sangat merugikan kami nelayan penjual tuna jika harga tidak ditentukan dari pemerintah langsung, dimana setiap penjualan ikan tuna dengan kriteria A-D harus disesuaikan merata agar pasaran ikan tuna jangan sampai merugikan kami para nelayan. Apalagi tuna yang kami produksi dari jayapura rata-rata memiliki kualitas terbaik,” jelasnya.

Diakui Jimmy, dirinya meminta pemerintah dapat menentukan harga tuna di pasaran untuk kesejahteraan nelayan dan juga agar ikan tuna ini memiliki nilai yang tetap seperti harga daging di pasaran.(ana/ary)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *