Tak Dibayar, Pagar  Gedung Negara Diancam Dibongkar

Herianto saat memasang sebuah spanduk di pagar gedung negara, sekitar pukul 14.45 WIT, Selasa (25/9). 

MERAUKE- Herianto sebagai pihak yang mengerjakan pagar gedung negara  pada 2016 mengancam akan membongkar pagar tersebut jika sampai 28 September 2018  dirinya  tidak dibayar. Ancaman ini disampaikan   langsung  Herianto kepada wartawan  setelah selesai memasang sebuah spanduk di pagar gedung negara tersebut, sekitar pukul 14.45 WIT, Selasa (25/9).

    Herianto   datang dengan menggunakan mobil Hilux warna hitam dan memasang sebuah spanduk  di pagar gedung negara  tersebut. Isi spanduk itu,  pertama, pagar gedung negara saya kerjakan pakai uang  pribadi-uang utang sejak 2016, kedua Pemda tidak mau bayar sesuai pernyataan Sekda (21-09-2018) dan terakhir pagar gedung negara ini milik saya maka saya akan bongkar pada tanggal 01-10-2018 sesuai surat saya ke bupati.

  Kepada wartawan, Herianto menjelaskan, dirinya telah mengerjakan pagar tersebut pada 2016 lalu, namun sampai sekarang belum dibayar. Ia mengaku pagar  tersebut  dibangun dengan mengunakan uang pribadi. ‘’Saya sudah bicara dengan Kapolres dan sudah bicara dan katanya bahwa ini hak saya karena tidak ada uang negara biar satu rupiah. Jadi kalau saya   bongkar  hak saya,’’ katanya.

    Herianto sendiri mengerjakan  pagar gedung negara tersebut sebelum ada kontrak dan surat perjanjian kerja (SPK). ‘’Dulu waktu kerja, saya dikasih  disposisi dari  Igon Tetes Gunanto. Waktu dikasih disposisi, saya tanya apa DPA dan kontrak segala sudah ada atau belum. Tapi dia bilang  ada dan beres. Nanti selesai akan dibayar bulan sebelas. Akhirnya saya kerja. Itupun konsultannya  ada mengawasi dan saya kerja  sampai  selesai. Bahkan  saya dikasih pemeliharaan 3-6 bulan dan itu saya lakukan,’’ terangnya.

   Menurut     Herianto pembangunan  pagar ini  terdiri dari 3 paket. Parit,  pagar dan pengadaan patung rusa dan taman. ‘’Totalnya sekitar Rp 800  juta,’’ jelasnya.    

Herianto sendiri mengaku  telah komunikasi dengan pemerintah daerah, namun hasilnya nihil. ‘’Sudah 2 tahun komunikasi baik dengan pemerintah tapi tidak ada hasil,’’ katanya. Bahkan  lanjut Herianto, dirinya  sudah melaporkan perkara ini ke Polisi.   ‘’Sampai hari Kamis besok Kasatreskrim  balik dan  akan gelar perkara. Disitu baru akan  lihat hasilnya bagaimana,’’ jelasnya.

     Sementara  itu, Sekda Merauke, Drs Daniel Pauta  sebelumnya  dengan  tegas mengatakan bahwa  pihaknya  tidak bisa membayar pekerjaan pagar Gedung Negara tersebut karena tidak sesuai dengan prosedur (Radar Merauke 24 September 2018). Sebab,  menurut Sekda Pauta, setiap anggaran yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah harus sesuai dengan mekanisme yang ada. Sementara pagar gedung negara yang dikerjakan  itu belum diprogramkan atau melalui perencanaan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Merauke. ‘’Sehingga biaya pembangunan pagar gedung negara tersebut  tidak mungkin dibayar dengan anggaran Pemkab Merauke,’’tandasnya. (ulo)   

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *