Realisasi Imunisasi MRP di Jayawijaya Baru 18 Persen

Denny/ Cepos
Salah seorang anak saat mendapatkan imunisasi MRP di Distrik Wolo dan Bugi, Selasa, (25/9).

Pemkab Jayawijaya Terus Lakukan Sosialisasi kepada Masyarakat

WAMENA–Hingga saat ini pelaksanaan imunisasi Meisles Campak, Rubela dan Polio (MRP) di Jayawijaya masih 18 persen dan tergolong masih sangat rendah sehingga Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayawijaya terus berupaya untuk melakukan terobosan dengan berbagai cara agar imunisasi ini tidak ditolak oleh masyarakat.

Wakil Bupati Jayawijaya, Jhon. R Banua mengakui, imunisasi ini sangat penting untuk anak –anak yang ada di Jayawijaya dan imunisasi yang dilakukan di Distrik Bugi dan Wolo disambut baik oleh masyarakat setempat.

“Memang pernah terjadi hal yang tidak diinginkan di Distrik Kurulu beberapa waktu lalu, namun setelah diberikan pemahaman maka bisa berjalan dengan baik dan sampai sekarang Distrik Kurulu sudah mencapai 100 persen imunisasi MRP,”ungkapnya saat berkunjung ke Distrik Bugi dan Wolo Selasa, (25/9) kemarin.

Ia memastikan saat ini, masyarakat di Jayawijaya sudah menerima imunisasi MRP kembali, hal ini terlihat dari sejumlah anak –anak yang diantar oleh orang tuanya sendiri langsung ke petugas kesehatan yang telah dipersiapkan dari Puskesmas masing –masing.

“Kami sudah memberikan pemahaman yang baik kepada masyarakat lewat dinas kesehatan sehingga sekarang masyarakat sudah mulai menerima imunisasi MRP di Jayawijaya,”bebernya.

Di tempat yang sama, Kabid Kesehatan masyarakat Dinas Kesehatan Jayawijaya Olipina Rumbekwan mengakui, realisasi imunisasi MRP di Jayawijaya memang masih rendah karena masih terpengaruh peristiwa Kurulu di mana ada anak yang meninggal menyebabkan hampir semua Puskesmas di Jayawijaya merasa takut.

“Ini pengaruh dari orang tua yang melarang anaknya ikut imunisasi MRP, namun dengan bantuan Pemkab Jayawijaya akhirnya masyarakat mulai menerima imunisasi MRP ini,”jelasnya.

Untuk Distrik Bugi dan Wolo, kata Olipina Rumbekwan juga masih minim pencapaian imunisasi MRP, namun dinas kesehatan bersama Pemkab datang dan memberikan pemahaman kepada masyarakat sehingga imunisasi boleh berjalan baik.(jo/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *