Pegang Kemaluan, Divonis 6 Tahun

Terdakwa Hendrikus Amta saat berdiskusi dengan penasihat hukumnya seusai pembacaan putusan. Terdakwa akhirnya menerima  vonis 6 tahun yang dijatuhkan Majelis Hakim Pengadilan  Negeri Merauke, Senin, (24/9).(FOTO: Sulo/Radar Merauke)

MERAUKE- Tebukti bersalah melakukan percabulan terhadap anak di bawah umur, terdakwa Hendrik Amta divonis selama 6 tahun penjara, denda Rp 500 juta dan apabila  tidak mampu membayar denda maka akan diganti  hukuman pidana kurungan selama 3 bulan.

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Merauke yang diketuai   Ketua Pengadilan Negeri Merauke Orpa  Marthina, SH dengan hakim anggota  Korneles Waroi, SH dan Rizki Yanuar, SH, MH, itu menyatakan, terdakwa  terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan perbuatan cabul sebagai  yang diatur dalam Pasal 82 ayat (1)  UU Perlindungan Anak.   

  Vonis yangh dijatuhkan  oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Merauke ini sama dengan  tuntutan  Jaksa Penuntut Umum Veronika Oxtafia, SH, sebelumnya  yang menuntut    terdakwa selama 6 tahun denda Rp 500 juta subsidair 3 bulan  kurungan. Atas  putusan tersebut, terdakwa  maupun Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyatakan menerima putusan  tersebut.

Kasus ini terjadi saat korban sedang  berdiri   dengan teman-temannya.  Kemudian  terdakwa datang   sambil berbincang dengan   korban. Namun   tiba-tiba  terdakwa memegang alat kelamin (kemaluan) korban. Tak terima, orang tua  korban langsung melaporkan  kasus  tersebut ke polisi.  Sebenarnya, kata Penasihat Hukum   terdakwa, Bekti  Gaite, SH, keluarga  dari korban sudah mau menyelesaikan kasus  ini dengan  pihak terdakwa.  Namun karena  dari keluarga  terdakwa terlalu   banyak bicara  yang membuat keluarga korban  melanjutkan  kasus tersebut untuk proses hukum. (ulo) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.