Miris, Kabupaten Mambra Tingkat Korupsi Tertinggi.

Kombes Pol Edi Swasono. (Elfira/Cepos)

48 ASN di Papua terlibat Kasus korupsi

JAYAPURA- Kabupaten Mamberamo Raya tercatat sebagai salah satu Kabupaten yang ada di Papua tertinggi angka korupsinya, hal ini sebagaimana data penanganan tipikor Polda Papua yang diterima Cenderawasih Pos.

Dari data yang ada, Kabupaten Mamberamo Raya melakukan kerugian negara sebesar Rp 84. 228.649.560 atas penyalahgunaan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) yang dilakukan dua tersangka dengan inisial  TSA dan SB dimana kasusanya saat ini telah dinyatakan P21.

Direktur Reserses Kriminal Khusus  Polda Papua, Kombes Pol Edi Swasono menyebutkan, selain Kabupaten Mamberamo Raya yang angka korupsinya tinggi Kabupaten lainnya yakni Kabupaten Biak dengan kerugian negara mencapai Rp 12. 952.863.388 atas penyalahgunaan APBD, dana Bos dan APBN yang dilakukan oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan inisial L, N dan A yang saat ini telah ditetapkan sebagai tersangka.

“Untuk L kasusnya sudah tahap 1, sementara N dan A telah dinyatakan P21,” ucap Edi kepada Cenderawasih Pos yang ditemui di ruangannya, Senin (24/9).

Dikatakan, dari data penanganan Tipikor Polda Papua semester 1 tahun 2018, sebanyak 48 orang ASN terlibat kasus korupsi dan 17 orang dari pihak swasta yang menyebabkan negara mengalami kerugian hingga Rp 540, 6 M.

“Dari kerugian negara sebesar Rp 540,65 M itu, penyelamatan keuangan negara yang berhasil kami selamatkan sebesar Rp 52,8 M,” ucap Edi.

Edi menerangkan, kasus korupsi yang dilakukan oleh ASN ataupun pihak swasta bersumber dana dari Dana Desa, APBD, Dana Otsus, APBN, dana Dana dan hibah.

“Modus yang digunakan adalah penggunaan anggaran yang tidak sesuai dengan ketentuannya,” jelasnya.

Dari 19 kasus korupsi yang ditangani oleh tipikor Polda Papua, diantaranya tahap 1 sebanyak 8, P19 sebanyak 11, P21 sebanyak 11 dan sidik sebanyak 18. (fia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *