Jangan Golput dan Ciptakan Pemilu Damai.

Kapolda Papua Irjen Pol Martuani Sormin  dan Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI George E Supit ketika menandatangani naskah deklarasi kampanye damai, di Taman Imbi, Kota Jayapura, Senin (24/9). Naskah dalam bentuk baliho ini ikut ditandatangani juga oleh KPU Prov Papua, Bawaslu Papua dan perwakilan Partai Politik. (FOTO: Elfira/Cepos)

JAYAPURA- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Papua, menggelar deklarasi Kampanye Damai Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 dengan tema Menolak hoax, politisasi SARA dan politik uang yang dilaksanakan di Taman Imbi, di jantung Kota Jayapura, Senin (24/9) kemarin.

  Dalam Kampanye ini, para pendukung Partai Politik terlihat menggunakan pakaian adat mereka lengkap dengan aksesoris yang diakhiri dengan menandatangani naskah deklarasi kampanye damai.

  Ketua KPU Provinsi Papua,  Theodorus Kossay mengaku suluruh tahapan Pemilu telah dilakukan oleh KPU. Dimana kekusaan dan kewenangan penuh ada pada rakyat, dan partai politik harus mampu meyakinkan rakyat  melalui kampanye.

“Jika proses awal bagus saya yakin hasilnya bagus, namun jika prosesnya salah maka hasilnya pun akan salah,” ucapnya sembari berkata dalam kampanye harus sesuai dengan aturan.

  Dikatakan, star kampanye terhitung pada 24 September 2018 hingga 13 April 2019. Itu artinya para kandidat mulai menebarkan kedamaian dalam berkampanye, serta menolak hoax, politik sSARA dan politik uang dan tidak perlu melontarkan fitnah tanpa bukti dan data.

“Papua rumah kita bersama, sehingga itu mari ciptakan papua menjadi papua yang penuh damai, dan menjadikan papua tanah damai,” tegasnya.

  Sementara itu, Ketua Bawaslu Papua Metusalak Infandi mengatakan bahwa salah satu cara untuk mensukseskan Pemilu  2019 adalah dengan tidak golput. Sehingga itu, dirinya mengajak  masyarakat papua yang ada  di 29 kabupaten/kota untuk menggunakan hak politik dan memastikan nama mereka terdaftar  dalam Daftar Pemilihan Tetap (DPT).

“Masa depan bangsa berada di pundak generasi muda, sehingga saya juga mengajak kaum muda  untuk tidak  golput pada Pemilu tahun 2019. Jangan menghindar dari Pemilu, kita harus memiliki spirit untuk merubaha keadaan menjadi lebih baik,” jelasnya.

  Dikatakan,  kesuksesan Pemilu tidak sebatas menjadi tanggung jawab generasi muda. Melainkan, peran semua komponen memiliki tanggung jawab penuh mulai dari masyarakat, penyelenggara pemilu dan pemerintah, partai politik, para calon, peserta pemilu, tim sukses serta pemantau pemilu.

Jika kampanye selama 7  bulan dapat berjalan dengan aman dan damai, maka  hasil dari pesta demokrasi akan menghasilkan pemimpin yang berkulaitas dan mampu menajukan bangsa Indonesia dan mensejahterakan rakyat  indonesia terkhusus papua.

Di tempat yang sama, Kapolda Papua Irjen Pol Martuani Sormin mengatakan jika  Pemilu dilaksanakan dengan penuh suka cita maka dapat meningkatkan partisipasi politik dari masyarakat. Dimana masyarakat akan hadir dan  turut serta  menentukan hak politiknya sebagai warga negara yang menentukan calon pemimpinnya dan calon wakilnya.

TNI-Polri sebagai pemberi jaminan keamanan, Martuani berharap semua komponen mewujudkna pemilihan umum sebagai negara demokrasi tanpa kekerasan, tanpa ancaman, tanpa polistisasi dan isu sara.

“TNI-Polri  akan menjamin terselenggaranya pesta demokrasi dengan aman dan tertib, dan tokoh-tokoh agama, masyarakat, pemuda harus menjadi bagian dari penyelenggaraan pemilu dengan mendinginkan suasana,” tandasnya. (fia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *