APBD Perubahan 2018 Naik Rp 51 Miliar Lebih

Denny/ Cepos
 Bupati Jayawijaya, Jhon Wempi Wetipo saat menyalami anggota DPRD Jayawijaya dalam sidang APBD Perubahan di ruang sidang DPRD Jayawijaya, Selasa, (25/9).

WAMENA–Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Tahun 2018 Pemerintah Kabupaten Jayawijaya mengalami kenaikan Rp 51 miliar lebih dari APBD induk sebesar Rp 1.580.046.169.538 menjadi Rp 1.631.896.445.764 atau bertambah Rp 51.850.276.226.

Bupati Jayawijaya, Wempi Wetipo mengatakan, kenaikan ini terdiri dari total pendapatan daerah sebelum perubahan sebesar Rp 1.549.213.502.758 menjadi Rp 1.552.749.125.038 atau secara akumulasi bertambah Rp 3.535.622.280 atau meningkat 0,23 persen.

“Perubahan pendapatan asli daerah yang terdiri dari hasil pajak daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan dan lain-lain pendapatan asli daerah yang sah, semula direncanakan Rp 82.054.906.321 pada perubahan berkurang menjadi Rp 7.194.658.720

menjadi Rp 74.860.247.601 atau turun 8,77 persen,”katanya dalam sambutan pengantar nota keuangan rancangan APBD Perubahan 2018 di ruang sidang DPRD, Senin (25/9).

Sedangkan untuk akumulasi pendapatan asli daerah yang sah, kata Wempi Wetipo, alami penambahan sebesar Rp 5.560.441.280. Untuk dana perimbangan yang terdiri dari dana bagi hasil pajak dan bukan pajak, dana alokasi umum (DAU), dana alokasi khusus (DAK) fisik dan dana alokasi khusus non fisik semula direncanakan Rp 1.040.380.266.000 pada perubahan ini tidak alami perubahan, sehubungan tidak adanya perubahan APBD.

“Untuk dana penyesuaian dan otonomi khusus semula ditetapkan Rp 373.833.129.000 bertambah Rp 639.916.000. Dana bantuan keuangan dari provinsi atau pemerintah daerah lainya sebelum perubahan direncanakan Rp 37.493.654.000 bertambah Rp 5.944.025.000,” katanya.

Bupati juga menjelaskan, untuk belanja tidak langsung pada perubahan ini berkurang Rp 13.820.444.411 dari sebelumnya Rp 855.379.671.924 sehingga menjadi Rp 841.559.227.513. Hal ini disebabkan berbagai faktor seperti pengurangan belanja subsidi yang semua direncanakan Rp 12.500.000.000, sehubungan penyediaan dan penyaluran beras miskin telah dilakukan oleh Bulog.

“Adanya pengurangan pos hibah kepada KPU Jayawijaya, sehubungan pada rencana awal pelaksanaan Pilkada diasumsikan akan diikuti lima pasangan calon, tetapi hanya ditetapkan satu pasangan calon, sehingga hal ini berpengaruh pada perencanaan yang telah dilakukan,”bebernya.

Ia menambahkan, untuk belanja langsung yang terdiri dari belanja pegawai, belanja barang dan jasa serta belanja modal pada perubahan ini bertambah Rp 65.670.720.637.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Jayawijaya, Matias Tabuni mengungkapkan,  penyampaian nota keuangan rancangan perubahan yang disampaikan bupati ini akan dibahas bersama fraksi dewan.

“Fraksi-fraksi dewan akan membahasnya, sebelum ditetapkan menjadi peraturan daerah tentang perubahan anggaran 2018,”pungkasnya.(jo/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *