Pemprov Siap Fasilitasi Gubernur Morobe Kunjungi Freeport

Humas Pemprov For Cepos
Gubernur Papua, Lukas Enembe, SIP, MH bersama Gubernur Morobe, Gibson dan Dubes RI untuk PNG, Ronald Manik saat berbincang-bincang membahas kerjasama beberaa waktu lalu.

JAYAPURA-Adanya permintaan Gubernur Provinsi Morobe, Papua New Guinea (PNG), Ginson Sauno supaya Pemerintah Provinsi Papua memfasilitasi kunjungan Pemerintah Provinsi Morobe ke lokasi tambang PT. Freeport Indonesia di Timika disikapi serius oleh Gubernur Papua,Lukas Enembe

Bahkan Gubernur Lukas berjanji akan memfasiltasi tim dari Pemerintah Provinsi Morobe yang berencana mengunjungi lokasi pertambangan PT. Freeport Indonesia.

“Seperti yang kita ketahui, kami baru saja mendapatkan 10 persen saham PT. Freeport dari 51 persen divestasi saham pertambangan emas terbesar itu. Saya akan membantu memfasilitasi kunjungan Gubernur Morobe beserta tim,”ungkap Gubernur Enembe menanggapi permintaan Gubernur Ginson.

Kata Lukas,selain ingin berkunjung ke PT. Freeport Indonesia, Gubernur Ginson juga menawarkan kerjasama pertukaran guru dan mahasiswa. Hanya saja hambatan dalam kerjasama kedua Provinsi ini adalah bahasa, sehingga Gubernur Gibson merasa perlu ada pertukaran guru antar kedua provinsi yang berbeda negara ini.

“Jadi nanti Pemerintah Provinsi Morobe akan mengirim guru Bahasa Inggris ke Papua. Sebaliknya kami dari Pemerintah Provinsi Papua juga akan mengirim guru Bahasa Indonesia,”ucap Lukas.

Sedangkan untuk program pertukaran mahasiswa, Gubernur Gimson menawarkan program beasiswa bagi mahasiswa Morobe yang ingin belajar di Perguruan Tinggi di Papua dan sebagai timbal baliknya, Pemerintah Provinsi Papua juga memberikan beasiswa kepada mahasiswa asli Papua yang ingin belajar ke Morobe.

“Tentu kami menyambut baik tawaran ini.Kami telah mengirimkan banyak mahasiswa Papua untuk belajar ke luar negeri, sehingga tawaran saudara saya, Gubernur Gimson ini akan kami tindak lanjuti segera,”ujar Gubernur Enembe.

Sementara itu pada kesempatan ini pula,Enembe menyampaikan permintaan maafnya karena tidak bisa bertemu dengan Gubernur Ginson dalam penandatanganan Letter of Intent (LoI) tahun lalu. Pasalnya ketika itu, pihaknya dipanggil oleh Presiden Indonesia ke Jakarta.(ans/ary)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *