Pasir VI Jadi Tujuan Alternatif Untuk Petualang Akhir Pekan

Gamel/Cepos
Beberapa tenda dum yang digunakan oleh warga untuk camping dan bermalam di Pantai Pasir VI Sabtu (22/9) pekan kemarin.

JAYAPURA – Pantai Pasir VI yang berada di ujung Jayapura Utara Kabupaten Jayapura hingga kini masih menjadi daerah tujuan wisata khususnya bagi warga yang ingin merefresh diri di akhir pekan. Lokasi yang berada dibalik gunung ini dianggap paling tepat untuk camping dan bermalam karena masih steril dari aktifitas warga yang suka reseh termasuk lokasi ini sangat tenang.

  “Sampai saat ini pengunjung yang datang  ada sekedar piknik lalu pulang namun ada juga yag bermalam melepas akhir pekan. Ada yang bikin tenda untuk menikmati suasana pantai tapi ada juga yang pergi untuk memancing,” kata Ondoafi Daniel Toto, pemilik lokasi wisata Pasir VI, Sabtu (22/9) pekan kemarin.

  Mantan anggota DPRD Kabupaten Jayapura ini menyebut petualangan karena selain menyajikan pantai, dilokasinya juga ada air terjun dan kolam air tawar termasuk tanjung yang bisa dipakai untuk melihat laut lepas.

   “Jalur ke lokasi kami juga menantang, bagus buat yang suka bermain adrenalin dan saat ini jalannya sudah kami perlebar,” kata Toto.

   Untuk pengunjungnya dikatakan tak hanya dari Kota Jayapura tetapi ada juga dari Kabupaten Jayapura dan Kabupaten Keerom. “Kami juga sedang menyiapkan homestay bagi pengunjung yang tak ingin repot-repot. Cukup datang dan tinggal, karena kami juga menyiapkan air bersih,” bebernya.

   Hanya saja diakui, jika sebelumnya lokasi tempat wisata di Pasir VI ini sempat dinodai dengan beberapa kali kasus pencurian dengan kekerasan khususnya di lokasi air terjun. Terkait ini kata Daniel Toto pihaknya telah mengupayakan untuk lokasi air terjun bisa tetap digunakan.

“Sudah kami buka lagi, tapi tetap kami menyarankan untuk tetap berhati-hati karena kadang kejahatan muncul karena ada peluang juga. Kalau lalai biasanya kejahatan itu muncul dan bisa terjadi dimana saja,” bebernya.

   Beberapa pengunjung juga memberi atensi terlebih pada spot yang terbilang masih alami. “Tinggal tata tertibnya dibuatkan termasuk untuk sampah dan orang mabuk  sebab kalau sudah banyak sampah dan orang mabuk nanti pengunjung malas datang,” singgung Fanny, salah satu pengunjung. (ade/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *