Ketua PTUN Jayapura Ngaku Diancam terkait Gugatan KPU Mamteng

Ketua PTUN Jayapura, Imanuel Mouw, SH saat menyambut masyarakat yang datang memberikan dukungan agar proses gugatan anggota KPU Mamberamo Tengah tetap ditindaklanjuti, Jumat, (21/9).

JAYAPURA-Ketua Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN)  Jayapura, Imanuel Mouw, SH  menegaskan, meskipun diancam, namun PTUN Jayapura tetap akan menyidangkan  gugatan dari anggota KPU Mamberamo Tengah yang merasa dirugikan atas keputusan Tim Seksi (Timsel) Papua I.

Diakui, pihaknya sempat menerima ancaman dari sejumlah masyarakat dan meminta gugatan yang dilakukan oleh beberapa anggota KPU tersebut segera dicabut.

“Sebelumnya ada yang datang dan ingin mencabut gugatan, mereka mengancam saya,”katanya dan mengaku tetap akan memproses gugatan tersebut sesuai aturan, “katanya kepada Cenderawasih Pos, Jumat, (21/9).

Ditegaskan, pengadilan tidak bisa menolak satu gugatan yang telah dimasukkan penggugat sehingga siapapun tidak berhak membatalkannya.

“Siapapun tidak punya kepentingan untuk mencabut gugatan penggugat, kecuali yang mengajukan gugatan yang cabut sendiri,”tegasnya.

Bahkan ia mengakui, melalui kajian gugatan ini, dirinya tidak bisa mengambil keputusan sendiri karena harus melibatkan majelis tim.

“Saya tidak bisa ambil keputusan sendiri  karena ini majelis, jadi mari kita menjaga keamanan agar gugatan ini diputuskan, kita usahkan satu minggu dua kali sidang supaya cepat, tanggal 27 sidang persiapan, sidangnya terbuka untuk umum,” ungkapnya.

Sementara itu, salah seorang anggota KPU yang mengajukan gugatan, Steven Payokwa menyayangkan sikap beberapa masyarakat dan mahasiswa  yang datang dan mengganggu proses gugatan di PTUN hingga melakukan pengancaman.

“Saya minta Kapolres dan Polda untuk menindaklanjuti dan mengecek orang orang ini, karena sudah mengancam, kami juga akan laporkan ke Polda dan  Poles Jayapura terkait ancam dari sejumlah masyarakat,”bebernya.

Ia meminta agar masyarakat tidak terprovokasi karena proses PTUN tetap mengacu pada hukum.

“Saya harap agar masyarakat Mamberamo Tengah harus ikuti apa yang akan diputuskan oleh PTUN, karena ini sudah sesuai hukum, jangan sampai masyarakat jadi korban,”ujarnya.

Sementara itu, calon anggota KPU Alam B M Nur, mengatakan, ada penggalangan massa ke PTUN dan meminta gugatan tersebut dicabut.

Diakui, ada juga masyarakat ke PTUN untuk memberikan dukungan moral kepada pihak PTUN agar tetap melaksanakan tugasnya sesuai Tupoksinya.

“Masyarakat memberikan dukungannya  supaya PTUN menjalankan tugasnya tanpa ada tekanan dan paksaan dari pihak manapun,”pungkasnya.(oel/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *