Janji Akan Perketat Suporternya

Erik / Cepos
Kapten SMAN 1 Jayapura Alvaro Claudio Lamia ketika memperkenalkan tim basket SMAN 1 Jayapura di depan rekan-rekannya yang menyaksikan roadshow Honda DBL Papua Series 2018.

JAYAPURA – Untuk mengantisipasi terjadinya kericuhan suporter dalam ajang Honda Developmental Basketball Papua (DBL) Papua Series 2018, pihak SMAN 1 Jayapura telah memiliki cara untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN 1 Jayapura William Hamadi mengatakan, bahwa untuk mengawasi para suporternya, dirinya beserta dengan pihak guru dan para alumni Smansa Jayapura akan turut ambil bagian dalam pengawan.

“Kami tidak ingin kericuhan pertandingan futsal beberapa lalu yang berakhir dengan pelemparan botol dari siswa kami. Oleh karena itu untuk Honda DBL kami akan ada di tengah-tengah para suporter untuk mengawasi mereka selama memberikan dukungan kepada tim di GOR,” jelas Willian saat ditemui oleh Cenderawasih Pos Senin (24/9) pagi kemarin.

Dikatakan Willian bahwa selaku wakasek kesiswaan Smansa Jayapura dirinya akan benar-benar memberikan edukasi kepada para siswanya akan datang memberikan dukungan kepada tim mereka saat berlaga dalam Honda DBL.

“Biasanya yang bikin ribut itu sebagaian besar dari alumni. Oleh karena itu kami juga akan libatkan beberapa alumni lainnya untuk bisa mengawasi alumni-alumni yang buat onar,” kata William.

Selain itu, dirinya juga menghimbau kepada seluruh siswa dan bahkan bagi alumni agar sama-sama menjaga nama baik dari SMAN 1 Jayapura itu sendiri. “Kita harus menjadi suporter yang menjunjung tinggi nilai sportifitas, harus menjadi suporter yang cerdas. Jangan sampai ulah-ulah kita dapat merugikan tim dan sekolah. Karena bisa saja jika kita buat ilah makan kita tidak akan bisa ikut Honda DBl dan bahkan ajang lainnya,” harapan William. (eri/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *