Berkat Gol Penalti

Erik / Cepos

Para pemain Persipura Jayapura saling berangkulan mensyukuri terciptanya gol sematawayang yang dicetak melalui titik penalty saat menghadapi Arema FC pada big match pekan ke-23 Go-jek Liga 1 di Stadion Mandala Jayapura, Sabtu (22/9) sore.

JAYAPURA – Persipura Jayapura sukses mengamankan tiga poin saat melakoni laga big match pekan ke-23 Go-jek Liga 1 saat mengalahkan 1-0 tamunya Arema FC di Stadion Mandala Jayapura, Sabtu (22/9) sore.

Persipura Jayapura mesti harus bersusah payah untuk bisa memetik kemenangan. Gol semata wayang tuan rumah dicetak melalu striker asingnya, Hilton Moreira melalui titik putih pada menit 67.

  Tanpa diperkuat sang kapten Persipura Boaz Solossa membuat coach Amilton harus memutar otak menggunakan jasa pemain mudanya Ronaldo Wanma mengisi posisi Boaz Solossa dengan mengandalkan duet Brazil (Hilton-Alves) pada lini depan. Boaz sendiri terpaksa absen lantaran mengalami pembengkakan otot jelang pertandingan dan harus menjalani terapi beberapa hari kedepan.

  Tambahan tiga poin ini mengangkat posisi Persipura satu tangga lebih baik ke peringkat delapan klasemen sementara dengan mengoleksi nilai 33 poin. Sedangkan Arema masih menempati posisi ke-12 dengan koleksi 28 poin.

  Mengawali pertandingan dengan terik matahari yang cukup panas di Kota Jayapura membuat permain kedua tim tidak begitu ngotot, Persipura dan Arema bermain irama sedang. Bertindak sebagai tuan rumah, Persipura perlahan mulai menekan pertahanan Arema dan memberikan ancaman pertama pada menit-11. Muhammad Tahir melepaskan sepakan keras dari luar kota penalti, untung sepakannya masih bisa dibendung oleh kiper Utam Rusdiana dan hanya menghasilkan sepakan pojok.

  Tim tamu juga tidak tinggal diam, Arema memberikan respons pada menit ke-16, mereka mendapatkan peluang pertama. Menerima umpan tarik Makan Konate, Sunarto yang berdiri bebas tidak mampu menendang bola dengan sempurna sehinga bola melambung tinggi diatas mistar gawang Dede Sulaiman.

Memasuki menit-34, lagi-lagi Muhammad Tahir untuk kedua kalinya mencoba peruntungan lewat sepakan dari luar kotak penalti, namun kembali dapat ditepis Utam. Menjelang babak pertama berakhir, tuan rumah memperoleh peluang untuk membukan keunggulan, namun sontekan Imanuel Wanggai dari jarak dekat namun masih terlalu lemah, sehingga dapat diamankan oleh Utam. Hingga turun minum, skor tetap imbang tanpa gol.

Memasuki babak kedua, Persipura melakukan pergantian dengan mamasukan Valentino Telaubun dengan menarik keluar Marcio Rozario. Persipura yang kesulitan pada babak pertama mulai menaikkan irama permainan diparuh kedua untuk bisa mengungguli tamunya. Sebaliknya, tim tamu harus bersusah payah untuk meraih kemenangan setelah kehilangan satu pemain. Israel Wamiau harus diusir keluar lapangan setelah mendapatkn kartu kuning kedua pada menit 58.

Unggul jumlah pemain, coach Amilton kian menambah daya gedor dengan memasukan darah muda Elisa Basna dengan menggantikan Muhammad Tahir menit 60.  Dengan perubahan ini, terbukti serangan tuan rumah makin membaik dan berhasil memecahkan kebuntuan pada menit ke-68 melalui eksekusi penalti Hilton Moreira. Hadiah penalti diberikan wasit akibat bola mengenai tanggan Alfin Tuasalamony didalam kotak penalti Arema FC.

  Unggul 1-0 membuat semangat anak-anak Mutiara Hitam kian memberikan tekanan kepada pertahanan Arema yang memaksa kiper Utam harus jatuh bangun untuk menyelamatkan bola dari gawangnya.

  Justru Arema FC yang kekurangan satu pemain mengalami kesulitan untuk menyamakan kedudukan. Serangan yang dibangun Singo Edan dengan mudah dipatahkan barisan belakang Persipura yang dikawal oleh Ricardo Salampessy. Namun hingga turun minum, gol yang diciptakan oleh Hilton Moreira menjadi satu-satunya gol yang tercipta dalam pertanding ini.

Ada yang menarik dari kemenangan ini, dimana saat Muhammad Tahir ditarik keluar, coach Amilton harus menarik Hilton Moreira untuk diplot menjadi gelandang bertahan menggantikan peran Tahir. Begitupun dengan Marcio yang menempati posisi wing kiri sepanjang babak pertama.

  Meski berhasil kemenangan melalui titik putih, head coach Persipura Jayapura Amilton de Oliveira merasa jika anak asuhnya tidak bisa mewujudkan performa terbaik saat menghadapi anak-anak Singo Edan. Ia mengatakan bahwa kemenangan ini akan sempurna andaikan itu mereka peroleh melalui strategi yang diterapkan.
  “Kita main di rumah sendiri tapi kurang baik dan jujur saya kurang suka permainan tadi. Strategi tidak berjalan bagus, memang ada semangat tapi saya tidak puas. Satu pemain Arema kartu merah, kita unggul satu pemain. Tim tamu juga dapat empat peluang tendangan bebas akhir babak kedua dan itu sangat berbahaya. Saya akan senang jika kita menang karena strategi,” ungkap Amilton, saat memberikan keterangan kepada wartawan usai laga.

  Pria asal Brazil ini juga mengakui jika dirinya telah salah dalam menerapkan beberapa strategi yang digunakannya dalam laga ini, lantaran keterbatasan waktu menyiapkan skuad menjelang kick off.
“Usai pertandingan dengan Mitra Kukar lalu, dan kami tiba di Jayapura pada Rabu (19/9) dan kami hanya latihan di lapangan futsal hari kamis, jumat tes lapangan jadi persiapan sangat mepet. Susah untuk bola jalan karena mereka pemain nampak bingung,  saya sebagai pelatih tetap terima, ini salah saya,” ujarnyanya.

  Hilagnya Boaz Solossa membuat minimnya gol Persipura pada dua pertandingan terakhir membuat Amilton harus fokus dalam menyiapkan skema menyerang. Pertandingan sebelumnya di Manala beberapa waktu lalu saat bersua dengan Sriwijaya FC hanya mampu menang dengan skor 1-0.

  “Kita tanpa Boci sedikit sulit, sekarang kami terus lakukan perbaikan dalam sesi latihan, saya beberapa kali coba skema dan semoga pertandingan berikutnya akan lebih baik.
  Addison Alves salah satu pemain Persipura Jayapura yang turut bermain pada laga ini mengakui jika timnya mengalami kesulitan dalam laga ini. “Arema tim kuat, mereka juga bermain bagus, kita tidak berbicara banyak musim ini, tetapi kita pemain Persipura, anak-anak Papua bagus. Kita akan pelan-pelan naik,” ujar Adisson mengenai peluang persipura saat ini.

  Sementara itu, pelatih kepala Arema FC Milan Petrovic mengakui jika pemainnya sudah bermain bagus pada babak pertama, namun  kesulitan dalam menciptakan gol.

  “Situasi di lapangan tidak mudah buat kita untuk menerapkan strategi dalam pertandingan, dibabak pertama kita sudah bermain dengan baik. Lebih banyak mengusai bola dibabak pertama, penguasaan bola hampir semuanya dikuasai oleh Arema, tetapi kita tidak bisa ciptakan gol itu tidak aka berarti apa-apa,” kata Milan.

  Megenai dengan insident yang menimpa pemain andalannya, Hendro Siswanto menjelaskan bahwa insident tersebut membuat permainnan Arema mulai tidak berkembang. Bahkan sebagai orang yang bergelut dalam sepak bola, Milan melihat ini sebagai suatu yang memang menakutkan. Hal ini membuat pemain Arema harus berhati-hati.

  Bahkan situasi seperti ini mereka pernah dapatkan ketika bersua dengan Persib Bandung. Dikatakan Milan bahwa mereka sangat bermain baik, terbuka, tetapi kesulitan dalam membuat gol ini yang mengakibatkan Arema tidak merubah keadaan.

“Kejadian itu merubah permainan Arema, pemain ada rasa takut melihat adanya kejadian dengan cidera separah ini, ada kekuatiran dan ada rasa was-was dari pemain. Inilah pertandingan, kami sudah berusaha tetapi belum beruntung,” jelas Milan.

  Sementara itu, salah satu pemain Arema FC Hanif Abdurrauf Sjahbandi menuturkan bahwa dengan ada beberapa kejadian yang menjadi pelajaran untuk pertandingan berikutnya.

“Kalau saya secara pribadi, saya sependapat dengan coach cuma sebagai pemain apapun yang terjadi di lapangan tadi saya dan teman-teman ambil sebagai pelajaran. Untuk pertandingan berikutnya apapun yang terjadi dalam lapangan semoga akan memotivasi kami untuk meraih kemengan pada pertandingan berikutnya,” ujarnya. (eri).

Susunan Pemain

Persipura: Dede Sulaiman; Yohanis Tjoe, Muhammad Tahir (Elisa 60′), Yustinus Pae, Ricardo Salampessy, Marcio Rozario (Valentino Telaubun 46′), Imanuel Wanggai, Ian Louis Kabes, Hilton Moreira, Addison Alves, Ronaldo Wanma (Andri 79′).
Cadangan: Panggih Prio Sembodho; Valentinus Telaubun, Andri Ibo, Elisa Yahya Basna, Gosner Komboy, Marsel Kararbo, Darnus Tabuni.
Pelatih: Amilton Oliveira

Arema FC: Utam Rusdiana; Bagas Adi Nugroho, Hanif Abdurrauf Sjahbandi, Johan Ahmat Farizi, Israel Wamiau, Hamka Hamzah, Alfin Tuasalamony, Konate Makan, Hendro Siswanto (Revi 53′), Sunarto (Rivaldi 74′), Dedik Setiawan.
Cadangan: Srdan Ostojic; Juan Revi, Ridwan Tawainela, Agil Munawar, Jayus Hariono, A. Nur Hardianto, Rivaldi Bawuo.
Pelatih: Milan Petrovic

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *