Pengrajin Batik Papua Terkendala Bahan Baku

Pelatihan membatik  mama-mama Papua di rumah produksi Batik Papua milik Mama. Ibo, Kamis (20/9) kemarin.(FOTO : Yohana/Cepos)

SENTANI – Guna meningkatkan perekonomian masyarakat Papua, pemerintah mengajak masyarakat mengembangan potensi yang dimiliki seperti kopi dan sagu serta kerajinan batik tulis. Pengusaha Batik Tulis di Kabupaten Jayapura, Mama Ibo mengatakan, Batik Papua sangat diminati masyarakat, bukan hanya masyarakat lokal tetapi wisatawan juga sangat tertarik mengenakan batik Papua.

“Menyikapi maraknya permintaan, maka kesadaran masyarakat Papua khususnya di Kabupaten Jayapura mulai mempelajari teknis membatik.  Untuk saat ini yang menjadi kendala kami adalah bahan baku membatik. Saat ini kami hanya mampu membeli dan mendatangkan dari Surabaya, hingga Jakarta dan membutuhkan biaya yang cukup besar untuk biaya produksi, sehingga seringkali banyak dari kami yang sudah memiliki ilmu tetapi tidak bisa diteruskan karena terkendala bahan baku,” ungkap Mama Ibo kepada Cenderawasih Pos, Kamis (20/9).

Lanjutnya, dengan kendala ini, pihaknya berharap pemerintah daerah dapat mengadakan satu pasar atau toko di Jayapura yang khusus menyediakan bahan baku membatik seperti canting, kompor, lilin dan sebagainya, sehingga memudahkan masyarakat  memperoleh bahan-bahan tersebut langsung di Jayapura.

Sementara itu terkait dengan PON 2020, dirinya berpesan kepada mama-mama Papua yang telah belajar membatik dan memiliki kemampuan membatik agar dapat mengembangkan karirnya dengan menyediakan atau memproduksi berbagai hasil ukiran batik Papua yang dapat memberkan kontribusi dan nilai tambah dalan meningkatkan perekonomian keluarga.

Pihaknya juga mengapresiasi keterlibatan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak Kabupaten Jayapura yang terus mendukung perempuan di Kabupaten Jayapura meningkatkan ekonomi keluarga dengan berbagai pelatihan yang dilakukan, seperti membatik, menjahit, pelatihan kuliner sagu hingga pelatihan kerajinan tangan lainnya yang merupakan modal usaha bagi kaum perempuan.

Sementara itu seorang peserta membatik, Dortea Done mengatakan, pihaknya sudah sangat siap menyambut PON 2020 .

“Kami akan menyediakan batik tulis khas Papua pada event PON 2020, untuk membuktikan bahwa kami dari Papua juga bisa membatik dan batik yang kami sediakan adalah batik asli dari Papua sebagai oleh-oleh atau souvenir,” terangnya. (ana/ary)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *