Di Nimbokrang, Seorang Petani Digorok Leher Oleh OTK

Korban Imam Sopingi (43), saat dirawat oleh Tim Medis di RSUD Yowari, Minggu (16/9) kemarin.(FOTO :Humas Polres Jayapura For Cepos)

SENTANI- Imam Sopingi (43) Seorang petani  digorok lehernya oleh orang tak dikenal, sehingga mengakibatkan korban mengalami luka yang cukup serius di bagian lehernya menggunakan pisau di Distrik Nimbokrang, Minggu (16/9) kemarin.

Kapolres Jayapura, AKBP Victor Dean Mackbon melalui Kapolsek Nimbokrang, Ipda Muhammad Bimo Seno, saat dikonfirmasi membenarkan adanya kasus penganiayaan berat yang dilakukan oleh pelaku (masih lidik) terhadap korban di kebunnya.

Menurut Bimo, kasus ini berawal saat korban bersama bersama istrinya Mulyati (42) dan saksi Devita Mulasari (30) sedang berada di kebun, tiba-tiba datang pelaku meminta makan. Setelah selesai makan, istri korban sempat menanyakan kepada pelaku tentang asalnya dari mana, karena pelaku sendiri tidak dikenal oleh istrinya. Pelaku kemudian menjawab bahwa dirinya baru dari Lereh.

“Saat mau pulang korban mengikat hasil kebun berupa lombok/cabe, tiba-tiba pelaku yang berada di samping kiri korban langsung melakukan penganiayaan terhadap korban di bagian leher dengan menggunakan pisau,” jelasnya.

“Korban juga sempat melakukan perlawanan, namun pisau yang digunakan pelaku menganai dagu dan jari telunjuk tangan kiri korban. Melihat hal itu, istri korban langsung berteriak minta tolong, sehingga pelaku langsung melarikan diri,” tambahnya.

Bimo menyatakan setelah pelaku melarikan diri, istri korban dan saksi langsung membawa korban dengan menggunakan sepeda motor ke Klinik pengobatan Ibu Sulasmi yang berada di Blok B Kampung Nimbokrang. Bimo menyampaikan pihaknya sudah melakukan pencarian terhadap pelaku tetapi belum sudah kabur dan melarikan diri, sehingga masih dalam pengejaran.

“Korban saat ini sudah dirujuk ke RSUD Yowari untuk mendapatkan perawatan secara intensif oleh tim medis di rumah sakit. Sementara untuk pelaku kami dalam pengejaran dan saat ini masih lidik,” ujarnya. (bet/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *