Amankan 45 Motor, Enam Orang Jadi Tersangka

Kapolres Jayapura Kota, AKBP Gustav Urbinas SIK (menunjuk) didampingi Kapolsek Abepura, AKP Dionisius Helan SIK (dua dari kanan) ketika memintai keterangan dari tiga pelaku curanmor di Polsek Abepura, Senin (17/9) kemarin.(FOTO : Gamel/Cepos)

JAYAPURA-Kegiatan cipta kondisi pasca pelantikan gubernur dan wakil gubernur dan menyikapi agenda jelang Pileg dan Pilpres 2019,  jajaran kepolisian Resort Jayapura Kota mulai mengintensifkan kegiatan hunting maupun sweeping. Hasilnya juga tak mengecewakan dimana dari hunting dua hari yang dilakukan Polsek Abepura berhasil mengamankan 45 unit kendaraan yang tak dilengkapi surat-surat.

  Kegiatan ini dipastikan akan lebih sering dilakukan dengan waktu dan tempat yang belum bisa ditentukan. Kapolres Jayapura Kota, AKBP Gustav Urbinas SIK didampingi Kapolsek Abepura, AKP Dionisius Helan SIK menyampaikan bahwa yang dijadikan target adalah menekan angka Curanmor, peredaran narkoba, miras ilegal atau senjata tajam (Sajam). Polisi membaca jika selama ini ada korelasi antara motor curian dengan narkoba berupa ganja dan minuman keras.

  Jika ini bisa menjadi satu paket, biasanya akan dibarengi dengan sajam. “Pada Jumat – Sabtu dilaksanakan serentak, sejak minggu lalu dan hasilnya pada Jumat diamankan 25 motor namun 8 unit sudah diambil pemiliknya kemudian esoknya ada 29 unit yang terjaring dan 3 motor diantaranya ada laporan polisinya,” kata Gustav.

  Dari jumlah ini dikatakan ada enam orang yang akhirnya ditetapkan sebagai pelaku atas kasus penadahan hasil curian dan undang-undang darurat nomor 12 tahun 1951 terkait membawa senjata tajam serta kasus penganiyaan terhadap anggota Polisi yang menggelar razia beberapa waktu lalu.

  “Ada tiga yang kami jadikan tersangka dengan pasal 480 KUHP tentang penadahan hasil kejahatan dengan ancaman 5 tahun pidana penjara. Tiga pelaku tersebut yakni JW, DK dan IW sedangkan dua orang lainnya RN dan DM dikenakan undang-undang darurat,” imbuhnya.    

   Kapolsek Abepura, AKP Dionisius Helan SIK menambahkan bahwa upaya untuk menekan beredarnya motor curian ini akan terus dilakukan tanpa pemberitahuan sebelumnya.

“Bagi pengendara kami sarankan untuk melengkapi diri dengan surat-surat kendaraan dan tidak membawa senjata tajam.  Sekalipun surat lengkap tapi membawa sajam tetap akan kami proses,” imbuhnya. (ade/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *