Minta Penanganan Pasar Mama-Mama Diseriusi 

Aktifitas  Pasar mama – mama Papua di Jalan percetakan Kota Jayapura pada malam hari, Sabtu (16/9) kemarin. Pedagang keluhkan penataan pasar dan turunnya pendapatan mereka. (FOTO : Noel/Cepos)

JAYAPURA- Para pedagang di  Pasar Mama – Mama  Papua meminta Pemerintah Kota Jayapura untuk serius  dalam pengelolaan dan mengatasi masalah yang ada di pasar  yang berlokasi di jantung Kota Jayapura ini.  Salah satu pedagang sayur, Mama Adi mengaku bingung dengan pengelolaan pasar yang terkesan ada pembiaran oleh pemerintah tanpa melihat masalah yang ada.

  “Kita bingung kami disuruh naik berjualan  3 hari di lantai dua, kami ikut tetapi kami di atas lantai dua tidak dapat apa-apa (sepi pembeli.red)  makanya kami turun lagi,” katanya kepada Cenderawasih Pos, Sabtu, (16/9).

  Dirinya menyesalkan tindakan pemindahan para pedagang tersebut, tanpa memperhitungkan aktifitas penjualan atau kunjungan pembeli di lantai II.   “Kita tidak mendapat untung sama sekali, dulu itu saya jualan   sayur di bawah (lantai I) , saya dapat tiga ratus ribu,  tetapi naik di atas ini tidak ada sama sekali, dan modal kami mati,  jadi kami mau di bawah saja dan kita sudah pindah sekarang” ujarnya.

  Ia mengaku bahwa saat ini mama – mama penjual dipasar sangat kebingungan untuk berjualan karena tempat tidak muat lagi di lantai satu,  mama – mama malah berjualan di tempat parkiran maka perlu ada pembongkaran lantai bawah dan dibuat seperti pasar lama. “Kita bingung pemerintah mau atur kita bagaimana lagi?” ujarnya.

  Sementara itu pedagang  kios Hermina Wangai mengaku jualanya sepi, karena pedagang mama – mama naik ke lantai dua, maka perlu ada penataan yang baik. “Kita beberapa hari  ini  pendapatan juga menurun, kita harap pemerintah   boleh atur baik supaya  kita mama – mama Papua bisa maju seperti pendagang lain, karena kita mama – mam bisa cuma cara menangani kita itu yang harus pemerintah lihat sesuai karaker kami Papua,” ujarnya.

  Masih di tempat yang sama, mama pedagang warung Mama Any berharap ada perhatian pemerintah untuk membuka pintu belakang agar pasar makin ramai.

  “Harus ada kerja sama dengan kaka  Solpap,  karena Kaka ini yang bawa mama – mama sampai miliki pasar karena pemerinah kami su di pasar baru mereka turun tangan, yang tahu masalah mama – mama Papua itu Solpap,” ujarnya. (oel/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *