Dianiaya Oknum Anggota Paskhas, Minta Ganti Rugi Rp 200 juta

Korban penganiayaan, Sukay Aluan Suebu (kanan) didamping keluarga korban, Lidia Mokay (kanan), saat memberikan keterangan pers di Waena, Minggu (16/9) kemarin. (FOTO: Yewen/Cepos)

JAYAPURA- Eks karyawan PT Jayawijaya Dirgantara bernama Sukay Aluan Suebu dianiaya oleh 6 orang oknum anggota Paskhas TNI Angkatan Udara (AU) di Mess Paskhas TNI AU di Bandar Udara Sentani, Senin (10/9) pekan lalu.

Menurut pengakuan korban Sukay Aluan Suebu, dirinya sudah bekerja di PT Jayawijaya Dirgantara sudah 9 tahun dan pada tanggal 10 September 2018 korban hendak mengam­bil uang pesangon di PT Jaya­wijaya Dirgantara, karena hendak mengundurkan dari PT Jayawijaya Dirgantara.

Setelah mengambil uang pesangon korban keluar sambil bercerita dengan beberapa teman-teman, tiba-tiba ada satu karyawan PT Jayawijaya Dirgantara berinisial A menertawakan korban, sehingga korban tidak terima dan langsung menampar karyawan berinisial A tersebut.

Karyawan berinisial A tidak terima, sehingga menyampaikan kepada saudaranya di Paskhas TNI AU, sehingga anggota Paskhas TNI AU membawa korban ke Pos Paskhas dan setelah itu membawa ke Mapolsek Kawasan Bandara Sentani untuk diselesaikan, namun ada 4 orang anggota Paskhas TNI AU yang lalu membawa korban dari Polsek Kawasan Bandara Sentani ke Mess TNI AU dan melakukan penganiayaan terhadap korban.

Setelah itu, Sukay langsung pulang, tetapi sampai di pangkalan Salatiga korban merasa pusing dan langsung jatuh ping­san. Korban kemudian dilarikan ke RSUD Yowari untuk mendapatkan perawatan dari tim medis.

Selaku korban, Sukay meminta ganti rugi sebesar Rp 200 juta, karena telah dianiaya secara tidak manusiawi 6 oknum anggota Paskhas TNI AU.

Senada dengan itu selaku pihak keluarga, Lidia Mokay, meminta kepada kepada pihak TNI AU untuk segera memproses hukum 6 oknum anggota Paskhas TNI AU, karena korban yang dianiaya ini bukan binatang, tetapi manusia. Lidia sendiri menyayangkan, karena kasus ini sebelumnya sudah diproses oleh Polsek Kawasan Bandara Sentani, tetapi tiba-tiba dari Paskhas TNI AU datang dan langsung membawa korban ke Mess Paskhas TNI AU dan selanjutnya mengani­aya korban.

Sementara itu, Danlanud Silas Papare Jayapura, Marsekal Pertama (Marsma) TNI, Tri Wibowo Budi Santo, menyam­paikan bahwa dirinya tidak pungkiri adanya penga­niayaan yang dilakukan oleh 6 oknum anggota Paskhas TNI AU terhadap korban.

”Memang dari informasi yang kami terima korban ada bau-bau alkohol dan melakukan pemukulan terhadap karyawan di PT Jayawijaya Dirgantara, kebetulan kar­yawan ini mempunyai saudara anggota Paskhas. Setelah itu korban dipanggil dan ada teman-teman anggota Pas­khas yang ikut memukul korban,” ungkapnya.

  Jenderal bintang satu ini mengakui bahwa oknum anggota Paskhas telah melakukan penganiayaan terhadap korban. Bahkan menurut Danlanud pihaknya sudah memberikan sanksi dan menggunduli kepala dari 6 orang oknum Paskhas TNI AU yang melakukan penganiayaan terhadap korban. ”Yang jelas kita akan selesaikan secara kekeluargaan bersama korban dan ke­luarga korban,” pungkasnya. (bet/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *