Polisi Terkendala Saksi Kunci

Kondisi salah satu rumah warga  yang terbakar di Perumahan Dinas Pendidikan Jayawijaya di Jalan Trikora Wamena, pekan lalu. Polisi terkendala saksi kunci untuk mengungkap penyebab kebakaran tersebut. (FOTO : Denny/Cepos)

WAMENA–Kepolisian Resort (Polres) Jayawijaya hingga saat ini belum bisa menyimpulkan penyebab dari kebakaran yang terjadi pada pekan lalu di Perumahan Dinas Pendidikan Kabupaten Jayawijaya di Jalan Trikora Wamena. Penyidik masih kesulitan mengambil keterangan dari korban karena masih dalam keadaan shock dan sudah berusia lanjut.

Kapolres Jayawijaya AKBP. Jan Bernard Reba, mengakui, sampel dari bekas bakaran sudah dikirim ke dilaboratorium untuk diuji guna membuktikan jika ini benar –benar kecelakaan atau memang disengaja oleh orang lain.

“Kami belum bisa mengambil kesimpulan kasus tersebut apakah sengaja dibakar atau karena arus pendek listrik atau ditimbulkan dari kompor yang dinyalakan,”ungkapnya, Jumat (14/9).

Kapolres juga memastikan penyelidikannya masih tetap berlanjut.P olisi tidak membiarkan satu persoalan diselesaikan oleh waktu, tapi ada upaya pembuktian secara hukum bahwa dalam kasus ini sebab dan akibatnya ada.

“Dugaan sementara dari kepolisian yakni adanya kelalaian dari warga yang tinggal dalam rumah yang terbakar itu, kalau memang terbukti maka ada aturan hukum untuk kelalaian dari pemilik rumah,”jelasnya.

Dalam kasus ini, kata Jan Reba, ada saksi –saksi yang melihat kelalaian dari unsur –unsur yang diduga melalaikan tanggungjawabnya ini belum bisa diangkat karena memang tidak memiliki saksi yang melihat langsung, hanya mengambil keterangan dari tetangga, namun belum menemukan saksi yang bisa memperkuat dugaan tersebut.

“Kita belum memiliki saksi kunci yang bisa memperkuat dugaan kelalaian itu, ini belum bisa kami angkat, karena proses pembuktiannya masih panjang,”katanya.

Ia menambahkan, untuk saksi yang diperiksa baru dua orang yakni pemilik rumah yang merupakan pensiunan dinas pendidikan. Hanya saja kepolisian belum bisa mengambil keterangan lantaran yang bersangkutan masih shock karena kerugian yang ditimbulkan cukup besar.

“Yang kami periksa ini orang tua, sehingga tingkat emosinya tak bisa tertahan, kita juga menghidarkan mereka dari perasaan stress karena sudah tertimpa musibah lalu harus dipanggil kepolisian,”tambah Kapolres.(jo/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *