Kejari Merauke Tahan Dua Tersangka

Obat tradisional mengandung  kimia yang diperdagangkan tanpa izin  dan bahan pangan kedaluwarsa  yang menjadi BB dari kedua tersangka saat diserahkan dari penyidik PPNS Balai Besar POM Jayapura ke Kejaksaan Negeri Merauke, Jumat, (14/9), kemarin. (FOTO: Sulo/Radar Merauke)

MERAUKE- Kejaksaan Negeri (Kejari) Merauke   menahan 2 tersangka  pelanggaran  terhadap  bahan pangan dan obat  tradisional mengandung bahan kimia,  masing-masing atas nama Sugiono dan Irham,  Jumat (14/9).

Kedua   tersangka asal Boven Digoel    ini ditahan pihak Kejaksaan Negeri Merauke setelah diserahkan dari penyidik PPNS Balai Besar POM Jayapura.  Selama ini kedua tersangka tidak ditahan.

‘’Kedua tersangka kita tahan,’’   kata Kajari Merauke Lukas Alexander Sinuraya, SH, MH, melalui    Kasi Pidum Pieter Louw, SH,  beberapa saat setelah  penahanan tersebut. Menurut   Pieter Louw, kedua tersangka ditahan selama 20  hari ke depan sambil surat dakwaannya dipersiapkan. Kedua tersangka kemudian dititipkan di  Lembaga Pemasyarakatan Klas IIB  Merauke.    Saat penyerahan yang berlangsung  kemarin itu, puluhan item barang   bukti  diserahkan dari  penyidik kepada Kejaksaan Negeri Merauke.

Pieter  menjelaskan, tersangka Sugiono diduga melakukan tindak kesehatan  dibidang obat dan makanan dimana memperdagangkan   obat  tradisional  yang megandung kimia, obat kedaluwarsa atau memperdagangkan  obat   tanpa izin edar  yang mana dilakukan pada Rabu 21 Maret 2018 sekitar pukul  10.30 WIT di Jalan Trans Papua, Kampung Persatuan Mandobo-Tanah Merah, Boven Digoel.

Karena itu, lanjut Pieter Louw, tersangka dijerat Pasal 196 Jo Pasal 198 ayat (2), (3) UU Nomor 3 atau kedua Pasal 197 Jo Pasal 106 atau ke-3 Jo Pasal 198 ayat (2) UU  RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman maksimal 15 tahun dengan denda Rp 1 miliar.

Sementara   tersangka H. Irham, jelas  Pieter Louw, melakukan  pelanggaran tindak pidana perlindungan konsumen atau pangan  yang juga terjadi di Boven Digoel. Atas perbuatannya  itu, kata Kasi Pidum Pieter Louw, tersangka diancam dengan pidana maksimal 5 tahun denda Rp 500 juta.

Sementara itu Plt Kepala Seksi Penyelidikan Balai Besar POM Jayapura Mart Intan Uli, SH, menengaskan, kedua tersangka  ini akhirnya dilakukan proses hukum setelah  beberapa kali diberikan  teguran dan pembinaan namun  saat dilakukan pemeriksaan masih  ditemukan menjual bahan pangan kedaluwarsa dan obat  tradisional mengandung kimia.

Dengan  proses hukum   terhadap kedua tersangka ini,  Mart Intan Uli berharap akan menjadi efek jerah  bagi para   pengusaha  lainnya  untuk selama memperhatikan bahan pangan yang dijualnya  tersebut  tidak kedaluwarsa  dan aman dikonsumsi  oleh masyarakat. Begitu   juga  soal obat,    tidak asal menjual   jika tidak memiliki kewenangan atau keahlian  untuk menjual.

‘’Kami berharap dengan penindakan hukum   yang dilakukan seperti ini akan  mmeberi efek jerah  bagi  para pelaku,’’ harapnya. Ia juga mengimbau dan mengharapkan  masyarakat sebagai konsumen  untuk cerdas dan selektif dalam memilih bahan   pangan. Jangan sampai  membeli bahan pangan yang tidak layak atau aman dikonsumsi. (ulo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *