Razia, 17 Roda Dua Tidak Bertuan Diamankan

Sat Reskrim Polres Keerom dibackup Sat Sabhara dan Sat Intelkam Polres Keerom saat mengamankan kendaraan dalam razia yang dilakukan di Arso 14, Rabu (12/9). (FOTO: Polres Keerom)

JAYAPURA- Sat Reskrim Polres Keerom yang dibackup Sat Sabhara dan Sat Intelkam Polres Keerom mengamankan 17 kendaraan tidak bertuan dalam razia yang dilakukan di Arso 14, Rabu (12/9).

Sebanyak 17 kendaraan yang diamankan itu diduga sebagai hasil tindak pidana Curanmor yang diperjual belikan di Arso 14. Kasat Reskrim Polres Keerom, Ipda Hotma P.A Manurung, S.Tr.K yang memimpin langsung operasi tersebut menyebutkan, 17 kendaraan tersebut diamankan di dua kampung saat hasil razia yakni di Kampung Walukubun dan Kampung Walma. “17 unit kendaraan sudah kami amankan di Mapolres Keerom, ”ucap Hotma saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Kamis (13/9) kemarin.

Dikatakan, razia yang dilakukan merupakan pengembangan dari sweeping yang dilakukan, Senin (10/9). Dalam razia tersebut, dua orang diamankan lantaran membeli kendaraan tanpa dilengkapi dengan surat-surat dan keduanya telah ditetapkan sebagai tersangka.

“Razia yang kami lakukan sesuai pengembangan dari hasil penangkapan 2 orang beserta satu motor yakni Honda Supra X 125 warna hitam merah dengan No rangka MH1JBP119FK255722 yang diduga hasil curian dari wilayah Polsek Japsel, sesuai Laporan Polisi : LP / 329 / VII / 2018 / Papua / Res Jayapura Kota / Sek Japsel, 16 Juli 2018,” terangnya.

Lanjut Hotma, terkait dengan diamankannya 17 unit kendaraan yang diduga sebagai hasil Curanmor,  pihaknya akan berkoordinasi dengan Samsat Keerom untuk mengetahui identitas pemilik motor tersebut.

“Kami akan berkoordinasi dengan Polres Jayapura Kota, Polres Jayapura dan Polda Papua tentang laporan polisi terkait tindak pidana Curanmor,” jelasnya.

Menurut Hotma, masyarakat setempat juga membenarkan bahawa adanya beberapa orang yang datang ke Arso 14 dan menawarkan motor dengan harga murah tanpa surat-surat kendaraan bermotor dengan harga berkisar Rp 1 juta hingga Rp 4 juta per motor.

“Razia yang kami lakukan ini untuk menekan tingkat tindak pidana pencurian kendaraan bermotor, apalagi dengan adanya jalan Trans Jayapura-Wamena,” ungkapnya. (fia/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *