IPDN Harus Berikan Kontribusi Terhadap OAP

Gubernur Provinsi Papua, Lukas Enembe saat memberikan keterangan usai rapat koordinasi di MRP pada Kamis (13/9). (FOTO: Takim/Cepos)

JAYAPURA- Gubernur Provinsi Papua, Lukas Enembe menyampaikan bahwa dibangunnya IPDN di Papua untuk membangun proteksi terhadap orang Papua guna melahirkan pemimpin yang berkualitas untuk generasi emas Papua kedepan, akan tetapi jika penerimaan khusus Orang Papua hanya terbatas, sementara masyarakat banyak yang berminat tentu akan menjadi persoalan bagi banyak orang.

  “IPDN dibuka harus bisa memberikan kontribusi untuk Orang Asli Papua, namun kalau seperti ini (kasusnya, red),  sudah tidak ada manfatanya lagi untuk masyarakat papua,”tegas Gubernur Provinsi Papua, Lukas Enembe saat memberikan keterangan usai rapat kordinasi di MRP pada Kamis (13/9). Yang dimaksud yakni dari puluhan yang diterima IPDN tahun ini, OAP hanya satu dua orang saja diterima.

Kebijakan yang di pilih oleh IPDN tentu sangat mengecewakan masyarakat Papua, karena ternyata jumlah sangat terbatas untuk pendidikan di sekolah pemerintahan tersebut.

“ Jika penerimaan IPDN seperti ini terus, lebih baik IPDN ditutup saja karena tidak ada kontribusinya untuk masyarakat Papua,”tegas Gubernur Lukas Enembe..

  Sementara di tiap kabupaten melakukan seleksi, namun tidak banyak yang diterima, hanya beberapa orang saja dan jumlahnya tidak seberapa.

Lukas berharap kepada pemerintah untuk mengerti dengan kondisi Papua dan diharapkan kebijakan-kebijakan yang bisa menjawab kebutuhan masyarakat Papua, sehingga jangan sampai dengan kebijakan yang tidak berpihak tersebut akan menimbulkan konflik baru di masyarakat. “Ini perlu diperhatikan oleh pemerintah, khusunya dalam penerimaan siswa baru IPDN,”jelasnya.

  Sementara itu dirinya juga menyampaikan kepada masyarakat papua khusunya yang mendaftar masuk IPDN untuk belajar dan terus berusaha. Jangan mengharapkan kebijakan-kebijakan akan tetapi harus ada upaya juga supaya mempunyai kemapuan agar bisa bersaing dan diterima di IPDN dan sekolah yang lainya. “Saya harap, orang Papua juga harus berusaha, dalam hal ini harus banyak belajar,”pungkasnya.(kim).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *