Delapan ASN  di Papua Terlibat Kasus Korupsi

Sugeng Purnomo. (Elfira/Cepos)

JAYAPURA- Catatan Kejaksaan Tinggi Papua terhitung dari Januari hinga Agustus tahun 2018, sebanyak 8 orang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Papua terlibat dalam kasus tindak pidana korupsi.  Hal ini diungkapkan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Papua, Sugeng Purnomo yang ditemui Cenderawasih Pos di ruangannya, Kamis (13/9) kemarin.

  Dikatakan, tak hanya ASN yang tersandung kasus tindak pidana korupsi yang ditanganinya saat ini, melainkan juga anggota legislatif 1 orang dan tersangka lainnya adalah dari pihak swasta. “Untuk jumlah penanganan penyelidikan sebanyak 19, sedangkan penyidikan 16 yang ditangani Kejaksaan,” ungkap Sugeng.

Menurut Sugeng, dari penanganan kasus yang ditangani pihak Kejaksaan. Sebanyak Rp 4,8 M uang negara yang berhasil diselamatkan dari orang-orang yang melakukan tindak pidana korupsi yang ada di Papua itu.

“Kami sedang melakukan upaya untuk mendapatkan pembayaran terkait dengan pemulihan  kerugian negara atas beberapa kasus, pihak-pihak yang sedang kami minta untuk mengembalikan dan mereka menyanggupi itu,” jelasnya.

  Dalam kasus tindak pidana koropsi, modus yang digunakan kata Sugeng yakni terkait dengan pengadaan barang yang berupa penyerahan barang kepada Pemerintah Daerah (Pemda) tidak  sesuai dengan kualitas dan kuantitasnya.

  Lanjutnya, untuk modus lainnya terkait dengan penggunaan dana daerah yang tidak sesuai, yakni dengan pemindahan dana dari rekening kas daerah masuk ke rekening pribadi.

“Untuk dunia perbankan, modusnya berupa pengucuran dana kredit perbankan. Dimana pada saat dilakukan analisa kredit tersebut terjadi kesepakatan jahat, antara pihak pemohon kredit dengan oknum-oknum pihak perbankan hingga menyebabkan pihak bank mengalami kerugian,” tandasnya. (fia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *