Dinas Pariwisata Terbuka ke Investor

TELUK YOUTEFA -Wali Kota Jayapura Dr.Benhur Tomi Mano, MM., saat naik speedboat melihat keindahan Teluk Youtefa, yang dimanfaatkan Dinas Pariwisata Kota Jayapura untuk obyek pariwisata di Kota Jayapura, belum lama ini. (FOTO: Priyadi)

JAYAPURA-Kepala Dinas Pariwisata Kota Jayapura Matias B.Mano, S.Par.,MKP., mengatakan bahwa pihaknya membuka diri  jika ada investor yang datang ke Kota Jayapura dan ingin mengembangkan potensi bisnis pariwisata di Kota Jayapura, dalam mendukung pelaksanaan PON 2020 di Papua.

“Pada prinsipnya kami membuka diri ke investor yang mau masuk dan mengembangkan potensi pariwisata di Kota Jayapura, dengan membangun sarana dan prasarana atau lainnya, dalam menghadapi PON 2020 di Papua,’’ungkapnya kepada wartawan Cenderawasih Pos, Rabu (12/9)kemarin.

Menurutnya,  dalam pengembangan Sarpras (sarana prasarana) khususnya obyek pariwisata menghadapi PON dilakukan sesuai dengan kemampuan keuangan daerah, karena banyak program yang harus dibiayai melalui APBD. Untuk itu Sarpas yang saat ini masih ada, tetap akan dijaga dan dirawat degan baik, namun jika ada investor yang datang dan mau membangun serta meningkatkan Sarpras pariwisata, tentu Pemkot Jayapura akan terbuka dan menyambutnya dengan baik.

   Matias mengakui, jika investor sudah melirik mau membangun pariwisata di Kota Jayapura, tapi masih takut atau terkendala soal hak ulayat atau lainnya dan dalam hal ini pihaknya siap membantu mengatasi masalah tersebut.

Lanjutnya, dalam hal ini peran pemerintah hadir untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendukung pembangunan, sehingga apapun kendala yang dialami tetap harus dibantu, supaya Kota Jayapura bisa semakin maju dan masyarakatnya sejahtera, tanpa harus terkendala oleh oknum atau kelompok yang menghambat pembangunan.

  Ditambahkan Matias, saat ini sektor Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Jayapura masih dari sektor usaha dan perdagangan. Ia telah melihat peluang bagus dalam meningkatkan PAD bisa lewat obyek pariwisata, semua pemasukan ada di situ, mulai penjualan souvenir, usaha jasa, penyewaan pondok dan lainnya, apalagi Kota Jayapura memiliki banyak pantai. (dil/ary)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *