Diduga Lakukan Pungli, Oknum Pegawai di Sentani Terjaring OTT

Tim Saber Pungli Polda Papua saat melakukan pemeriksaan terhadap oknum ASN berinisial M yang terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT ), di Kantor Kelurahan Sentani Kota, Rabu (12/9). (FOTO: Humas Polda)

JAYAPURA– Tim Saber Pungli Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Papua menangkap seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) salah satu Pegawai Kantor Kelurahan Sentani Kota, Kabupaten Jayapura, dengan inisial M, Rabu (12/9).

M sendiri diamankan dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Kantor Kelurahan Sentani Kota saat melakukan Praktek Pungutan Liar (Pungli) terhadap masyarakat yang sedang mengurus keperluan surat administrasi dan perijinan.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol AM Kamal memberberkan penangkapan tersebut berawal dari pengaduan masyarakat atas adanya praktek pungli di Kantor Kelurahan Sentani Kota. Yang mana diduga telah lama berlangsung, namun baru kali ini dilaporkan ke Polda Papua hingga dilakukannya tindakan hukum terhadap pelaku.

“OTT terhadap M di Kantor Kelurahan Sentani Kota itu dipimpin oleh Kompol Philip Ladjar, dimana saudari M sedang melakukan transaksi pungutan liar atas pelayanan publik berupa penerbitan surat  ijin kepada masyarakat yang membutuhkan,” ungkap Kamal di Media Center Polda Papua, Rabu (12/9).

Dikatakan, modus operandi yang digunakan pelaku yaitu dengan alasan mempercepat proses administrasi atau pengurusan surat-surat yang diperlukan oleh masyarakat. Sementara, biaya yang dikenakan bervariasi mulai puluhan ribu hingga ratusan ribu rupiah, tergantung keperluan masyarakat.

Lanjut Kamal, praktek pungli tersebut sudah berlangsung sejak tahun 2014. Sementara, surat ijin yang dikenakan biaya diluar prosedur pelayanan publik antara lain Surat Keterangan Domisili, Domisili Usaha, Surat Pengantar Kartu Keluarga, Surat Pengantar Akta Lahir, Surat Keterangan Kematian, Surat Keterangan Pindah Penduduk, Surat Keterangan Tidak Mampu, dan Surat Keterangan Ahli Waris. Rata-rata pengurusan surat-surat tersebut warga perlu mambayar Rp 25.000 hingga Rp 150 ribu per surat.

“Pelaku sudah kami amankan, dan ditangani Dirreskrimsus Polda Papua guna dilakukan pengembangan. Dan barang bukti yang disita dari pelaku berupa uang tunai sebesar Rp. 970 ribu dan sebuah buku register,” ungkap Kamal.

Selain itu, Kamal menyebutkan ada satu saksi yang saat ini masih dimintai keterangannya oleh penyidik. Dan hingga kini pihaknya masih mendalami kasus ini guna mengungkap kerugian yang diakibatkan oleh praktek pungli tersebut. (fia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *