Sempat Tertunda, 129 Kepala Sekolah Dilantik

Pelantikan 129 kepala sekolah di tingkat TK, SD dan SMP oleh Bupati Jayawijaya, John Wempi Wetipo di Gedung Ukumiarek Asso, Senin (9/9). (FOTO: Denny/ Cepos)

WAMENA–Sebanyak 129 kepala sekolah mulai dari Taman Kanak –Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Jayawijaya dilantik oleh Bupati Jayawijaya, John Wempi Wetipo di Gedung Ukumiarek Asso, Senin, (9/9). Proses pelantikan ini seharusnya sudah lama dilakukan, namun tertunda dengan berbagai kesibukan bupati.

Bupati Jayawijaya, John Wempi Wetipo mengakui, secara pribadi meminta maaf kepada para guru yang dilantik menjadi kepala sekolah karena proses ini baru bisa dilaksanakan saat ini, dalam pelantikan ini untuk SMA tidak dilakukan pelantikan lantaran sudah menjadi tanggung jawab dari Provinsi Papua, yang menjadi kewenangan Pemkab Jayawijaya hanya guru TK, SD dan SMP.

“Saya berharap mereka yang dilantik saat ini melakukan tugasnya dengan baik, ini bukan beban melainkan tanggung jawab yang harus dijalankan secara konsisten, harus menjadi jembatan dan merangkul para guru yang ada guna menjalankan tugasnya dengan baik,”ungkapnya usai pelantikan di Gedung Ukumiarek Asso Senin (9/9).

Sebagai bupati, ia melihat, saat ini akses semakin terbuka dan tantangan bagi guru untuk mendidik anak semakin besar, diantaranya masuknya narkoba ke dunia sekolah, mungkin saat ini di Wamena tidak terlalu signifikan, namun harus diwaspadai.

“ Kalau kita tidak mendidik anak –anak kita dari sekarang maka saya pikir generasi ini akan hancur karena tidak ada fungsi kontrol yang baik, kalau guru hanya sebentar tetapi kalau orang tua selalu di rumah, bagaimana komitmen orang tua dan guru dipadukan untuk mengawasi anak –anak ini,”ucapnya.

Secara terpisah, Kepala Badan Kepegawaian Daerah Jayawijaya Hironimus Hubi mengakui, dari 129 guru yang dilantik menjadi kepala sekolah terbagi dari TK 4 orang, SD 99 orang dan SMP 26 orang.

“129 guru yang dilantik ini tersebar di 4 TK, 99 SD dan  26 SMP. Sementara yang tidak dilantik seperti SMP Yasores karena ini sekolah yayasan yang dimiliki oleh seorang ASN di lingkungan Pemkab sehingga tidak bisa kami lantik dia lagi karena ASN tidak boleh memegang dua jabatan,”bebernya.

Sementara itu Sekretaris Dinas Pendidikan Jayawijaya, Bambang Budiandoyo mengharapkan kepala sekolah yang telah dilantik ini dapat menjalankan tugasnya dengan baik karena akhir –akhir ini banyak perubahan dari perlakuan guru, kurikulum dan pendekatan sekolah ramah anak.

Bambang juga memastikan, sebenarnya pelantikan ini bukan diganti tetapi ini ada kelapa sekolah yang tahun 2016 lalu mengikuti kompetensi dimana kepala sekolah semua memenuhi syarat dari semua jenjang kecuali SMA, ini yang diusulkan untuk dilantik oleh Bupati Jayawijaya.

“Memang ada yang kembali menjabat dan ada yang diganti tetapi sebagian besar kembali sehingga yang dilantik Tahun 2018 masa jabatannya sampai 9 September 2022, setelah itu harus diganti,”pungkasnya.(jo/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *