Gubernur: PON XX Sudah Semakin Dekat

Gubernur Papua, Lukas Enembe didampingi Wakil Gubernur,Klemen Tinal dan Sekda,Herry Dosinaen bersama Plt.Kepala Dinas Disorda Papua pada penguntingan pita pencanangan hitungan mundur PON 2020 di Kantor Gubernur,Senin(10/9). ( FOTO: Hans Cepos)

JAYAPURA-Pemprov Papua telah mencanangkan hitung mundur 730 hari jelang PON XX di Provinsi Papua tahun 2020. Sementara itu pencanangan hitung mundur PON 2020 tersebut bersamaan dengan peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-35 yang dilaksanakan di Lapangan Upacara Kantor Gubernur,Senin(10/9) lalu.

Gubernur Papua,Lukas Enembe menyampaikan, dengan adanya hitung mundur 730 hari menuju PON 2020 tersebut, maka kini telah mengingatkan kepada masyarakat di seluruh Tanah Papua bahwa, penyelenggaraan pesta olahraga empat tahunan itu sudah semakin dekat.

“Jadi dengan pencanangan hitung mundur ini membuktikan bahwa PON 2020 semakin dekat, sehingga masyarakat  di Papua harus semakin sering membicarakan mengenai pelaksanaan iven olahraga nasional tersebut,”ungkap Gubernur Lukas usai pencanangan hitung mundur PON 2020 di Kantor Gubernur.

Menurut Lukas,waktu menuju PON 2020 hanya tinggal tersisa 1,5 tahun ke depan sehingga harus berpikir keras bagaimana mensukseskan pelaksanaan PON 2020 di Papua ini.  Untuk itu demi mensukseskan PON di Papua,maka pihaknya kini menegaskan agar semua anggaran  di OPD di Pemprov Papua telah diarahkan untuk mengoptimalkan pelaksanaan PON 2020, karena suksesnya iven olahraga ini merupakan harga diri dan martabat orang Papua.

Lukaspun tak mau PON 2020 di Papua gagal,sehingga kesuksesan penyelanggaran Asean Games di Indonesia baru-baru ini harus patut dicontoh oleh Papua dalam mengsukseskan PON XX tahun 2020 mendatang.

“PON ini menyangkut harkat dan martabat orang Papua ingat itu.Saya ingin semua OPD di Pemprov Papua ini fokus pada PON 2020,jangan membuat kegiatan lain,tetapi semua kegiatan dan program yang dibuat untuk PON 2020,”ucap Gubernur.

Sementara itu terkait tema besar Haornas 2018 ini adalah “Ayo Olahraga, Bangun Indonesia” di mana mengandung makna mengajak berolahraga yang akan turut berpartisipasi membangun Indonesia secara keseluruhan yakni membangun jiwa yang sehat, membangun badan yang kuat.

Gubernur menambahkan pembangunan di dalam olahraga adalah tidak hanya jasmani, tetapi juga rohani, dengan sehat rohani berarti telah mendukung kebijakan Presiden Jokowi tentang revolusi mental.

“Jadi saya tegaskan lagi bahwa dengan sisa waktu  kerja selama 1,5 tahun kedepan,maka kini kita di Pemprov Papua dan juga semua Pemerintahan di Kab/Kota di Papua harus semua berpikir mensukseskan PON 2020,”tutup. (ans/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *