Street Champaign Isu Cenderawasih, Suarakan “Jaga Sebelum Tiada”

Para aktifis lingkungan yang tergabung dalam Forum Komunitas Jayapura (FKJ) melakukan kampanye lingkungan di jalan depan Lapangan Trikora, Sabtu (8/9) pekan kemarin. Isu yang disuarakan adalah soal burung Cenderawasih. (FOTO: Gamel/Cepos)

JAYAPURA-Ancaman terhadap  populasi Burung Cenderawasih   hingga kini, seakan sulit dibendung. Bahkan sekalipun telah dikeluarkan surat edaran gubernur untuk tidak menggunakan asesoris yang diambil dari bagian Cenderawasih membuat sejumlah aktifitas lingkungan yang tergabung dan Forum Komunitas Jayapura gerah.

  Mereka mencoba mengkampanyekan dengan cara yang dianggap bisa diketahui langsung oleh publik dengan melakukan Street Champaign. “Sangat miris, hingga kini seperti belum ada kesadaran untuk memahami bahwa ada kebanggaan yang terancam. Terancam karena perilaku kita yang hanya memikirkan sisi ekonomi tanpa mau melihat bahwa satwa ini dilindungi dan harus menjadi warisan bagi generasi dikemudian hari,” kata Ketua Forum Peduli Port Numbay Green (FPPNG) Fredy Wanda yang memimpin para aktifis turun ke jalan.

  Lokasi yang diambil adalah ruas jalan protokol di depan Lapangan Trikora, Abepura. Surat edaran Gubernur dianggap tidak mempan dan dipandang sebelah mata. Tidak memiliki efek sama sekali dan terkesan hanya panas di awal.

  “Buktinya sekarang perburuan terus terjadi. Kemarin sahabat saya mengirim gambar seekor burung Cenderawasih dalam keadaan mati yang dijual di Pasar Pharaa. Bulunya masih  fresh sekali dan itu pejantan yang mewarisi bulu indah. Ada juga di PTC termasuk seputaran jantung kota,” bebernya.

  Fredy melihat ada semangat yang sama dimiliki para aktifis lingkungan agar gubernur juga mengingatkan jika melihat hal itu. “Panglima harus bicara jika melihat, tak bisa hanya lewat surat,” sindirnya.

  Street Champaign ini sendiri dilakukan oleh komunitas Lindungi Hutan Jayapura, Komunitas Files Nature Teater dan anggota Earth Hours Jayapura termasuk FPPNG.

Dari papan kampanye yang dipajang tertulis Mahkota Cenderawasih Hanya Untuk Ondoafi/Kepala Suku, Jangan Bangga Meletakkan Bangkai di Atas Otak termasuk tulisan Saat Ini Hanya Bumi Tempat Berpijak. “Kami ingin menyuarakan untuk bisa menjaga sebelum tiada. Bukan tidak mungkin Cenderawasih akan punah dikemudian hari jika tak dijaga,” tegas Fredy. (ade/tri) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *