Jalan Trans Jayapura-Wamena Belum Boleh Gunakan

Kondisi jalan trans Jayapura – Wamena masih dalam proses pengerjaan.  Beberapa  bagian masih terus dibenahi.Untuk itu, pihak BBPJN XVIII  Papua menegaskan bahwa jalan ini belum boleh digunakan. Nampak longsor di salah satu bagian jalan yang menyebabkan mobil tertanam dan terpaksa didorong, Sabtu (8/9)

JAYAPURA- Pihak Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) XVIII Papua menghimbau warga untuk tidak menggunakan Jalan Trans Papua dari Jayapura ke Wamena sepanjang 575 Km ini. Sebab,  pengerjaan jalan yang akan menjadi pusat distribusi barang ke delapan kabupaten di Pegunungan tengah Papua itu dapat terganggu.

Dari hasil pantauan  bersama pihak balai pada 7 hingga 8 September 2018,  masih ditemukan puluhan kendaraan yang melintas di ruas jalan Jayapura-Wamena. Baik dari arah Jayapura maupun Yalimo, dimana kendaraan tersebut mengangkut sejumlah barang kebutuhan pokok dan Bahan Bakar Minyak (BBM).

Kepala BBPJN XVIII Papua, Osman Marbun mengatakan,  Jalan Jayapura-Wamena belum layak digunakan karena pihak kontraktor belum menuntaskan sejumlah pekerjaan.  ” Rencananya kami akan membuka ruas jalan ini untuk pertama kali pada Desember mendatang, kegiatan ini akan ditandai dengan pengiriman barang dari Jayapura ke Wamena,” jelasnya.

  Dikatakan,  banyak warga yang nekat melintas karena bisa mendapatkan manfaat luar biasa dari  ruas jalan tersebut.  ” Dengan distribusi melalui jalur darat via ruas jalan Jayapura-Wamena,  tingginya harga barang di daerah seperti Yalimo dan tujuh kabupaten lainnya bisa ditekan dengan maksimal. Selama ini distribusi barang masih menggunakan pesawat,” katanya.

  Lanjut Osman, pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemda setempat,  aparat TNI serta Polri untuk memastikan agar Jalan Jayapura-Wamena belum digunakan hingga tuntas pengerjaannya. Pasalnya, masih ada jalan yang terkena longsoran dan pengerjaan jalan masih terus dilakukan oleh para kontraktor.

  Sementara itu,  Bupati Yalimo Lakius Peyon mengaku,  daerahnya akan mendapatkan dampak pertumbuhan ekonomi yang sangat drastis apabila jalan ini fungsional.  ” Saya rasa Kabupaten Yalimo akan menjadi pusat transit dari Jayapura ke kawasan pegunungan  tengah Papua, jika jalan Jayapura-Wamena ini sudah bisa difungsikan,” tandasnya. (fia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *