Bupati Mathius Diundang ke San Fransisco 

Bupati Mathius Awaoitauw, SE, MSi

Untuk Paparkan Materi dalam Acara Global Climate Action Summit

JAYAPURA-Kebijakan dan  inovasi yang dilakukan oleh Bupati Jayapura Mathius Awoitauw, SE, MSi, tidak hanya mendapat apresiasi dari dalam negeri, tapi juga dari luar negeri. Bahkan, terkait dengan kebijakan regulasi pengakuan hak-hak masyarakat dalam pengelolaan hutan, Bupati diundang untuk menghadiri Acara Global Climate Action Summit di San Fransisco, USA.

  “Pertemuan ini, merupakan tindak lanjut Paris Agreement, lima tahun lalu. Saya diundang waktu itu, dan  kembali diundang untuk memaparkan hasil-hasil yang telah dicapai lewat kebijakan pemberdayaan masyarakat adat dalam pengelolaan hutan di Papua, khususnya di Kabupaten Jayapura,” ungkap Mathius Awoitauw, SE, MSi  saat dihubungi Cenderawasih Pos,  Sabtu (8/9) kemarin.

  “Saya sudah di Jakarta, besok pagi (Minggu,9/9), saya berangkat (ke San Fransisco),” sambungnya.

  Menurut bupati, acara ini dihadiri oleh para pemimpin di berbagai negara di dunia,  untuk membahas upaya dalam menghadapi perubahan iklim global yang bisa mengancam kehidupan manusia di dunia ini.   

   Bupati mengaku bahwa pada pertemuan 5 tahun lalu di Paris, dirinya  sudah memaparkan  upaya Pemkab Jayapura dalam  memberdayakan masyarakat adat, untuk bagaimana bisa mengelola hutan yang menjadi hak ulayatnya.   Pemkab Jayapura selama ini sudah memberikan   ruang serta regulasi bagi masyarakat untuk mengelola hutan secara lestari.

   Upaya Pemkab Jayapura ini juga sudah banyak direspon dan mendapat dukungan dari sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang mendapat dukungan dana dari lembaga donor dari luar negeri. “LSM yang ada ini  melihat kebijakan Pemkab Jayapura yang memberi pengakuan dan pemberdayan adat serta regulasi. Jadi ini yang dianggap  menonjol adalah bagaimana  peran pemerintah daerah kepada masyarak adat dalam pengelolaan hutan.”jelasnya

  Oleh karena itu, kesempatan untuk memaparkan hasil-hasil yang telah dicapai Pemkab Jayapura  dalam ajang Global Climate Action Summit ini, menurut Bupati menjadi moment strategis bagi Papua, khususnya Kabupaten Jayapura. Terutama  untuk mendapatkan dukungan dari berbagai lembaga donor didunia untuk membangun kesejahteraan masyarakat. Khususnya masyarakat adat dalam pengelolaan hutan dengan kearifan local yang dimiliki.

  “Dalam acara ini, kepala daerah di Indonesia yang diundang hanya ada dua, yakni  Gubernur  Kaltim Awang Faroek Ishak dan saya dari Kabupaten Jayapura,” tuturnya.

  Pihaknya berharap  dari pemaparan yang dilakukan pada Selasa (12/9)  itu bisa menyakinkan lebih banyak lagi lembaga donor yang hadir dalam acara tersebut. “Kita akan promosikan apa yang kita kerjakan  dan sudah kita capai selama 5 tahun ini, ada beberapa  lembaga donor negara lain yang selama ini sudah membantu kita lewat NGO atau LSM yang ada,”tuturnya. (tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *