Mengintip Ruang Area Control Traffic System (ATCS) Dishub Kota Jayapura

Salah satu petugas Dishub Kota Jayapura saat melihat layar monitor dalam pengoperasian di ruang ACTS Dishub Kota Jayapura, di lantai 1 Kantor Wali Kota Jayapura, Jumat (31/8). (FOTO : Priyadi/Cepos)

Rekaman Bisa Disimpan 1 Minggu,  Bisa Bantu Polisi Jika Terjadi Lakalantas

Jumat (31/8) lalu, Wali Kota Jayapura Dr.Benhur Tomi Mano,MM,telah meresmikan ruang Area Control Traffic System (ACTS) Dishub Kota Jayapura, di lantai 1 Kantor Wali Kota Jayapura. Lantas bagaimana pengoperasian dan manfaat  fasilitas  ACTS ini?

Laporan: Priyadi_Jayapura.

Lantai satu di Kantor Wali Kota Jayapura, kini ada satu ruangan khusus yang sangat penting bagi Pemerintah Kota Jayapura. Ya, ada ruangan Area Control Traffic Sistem (ACTS) Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Jayapura. Fasilitas ini  berfungsi untuk mengendalikan terciptanya optimasi kinerja jaringan jalan dan sebagai sistem koordinasi pengaturan lalu lintas di setiap persimpangan.

   Ruang ATCS, dindingnya  dibuat dari kaca tembus pandang, namun tetap diberi penutup stiker sehingga petugas yang mengoperasikan area ACTS lebih nyaman. Ukuran ruang ACTS sekitar 4×5 meter,  di dalam ruang itu,  ada 3 operator yang bekerja, terdiri dari  2 operator dari Dishub Kota Jayapura dan 1 operator pendamping dari Kemenhub RI. Saat ini, pendamping ini tugasnya memberikan pelatihan operasional kepada 2 petugas Dishub Kota Jayapura yang baru dilatih mengoperasikan ACTS.

   Dalam ruangan tersebut dilengkapi dengan  4 layar TV besar yang sudah bisa difungsikan, karena layarnya bisa menyala. Terlihat gambar dari 4 simpang yang ada di sekitaran daerah Abepura, Kotaraja, Tanah Hitam dan Waena. Layar tersebut sangat terang, bersih dengan kwalitas gambar jernih, karena bisa di-zoom sampai kecil hingga bisa melihat nomor kendaraan.

  Plt. Dinas Perhubungan Kota Jayapura Sefnath Kambuaya mengatakan,  usai  peresmian, memang beberapa hari ini, ruang ACTS belum difungsikan lagi. Sebab, petugas yang berjaga di sana, sedang melakukan perbaikan jaringan di bawah, namun nanti tetap akan difungsikan seperti biasa.

   Sefnath menjelaskan, ruang ACTS Dishub Kota Jayapura, sebagai tempat mengontrol dan melihat lalu lintas di jalan, dimana ditempatkan disebuah persimpangan dengan membuat tiang tinggi sekitar 15 meter, dilengkapi dengan kamera bulat yang bisa berputar hingga 360 derajat, untuk melihat di seputar kawasan it., Selain kamera bisa berputar, keunggulan lain kamera ini dalam hal pengambilan gambar kwalitasnya masih tetap jernih walaupun di zoom sampai kecil dan tetap fokus di titik kecil seperti melihat plat nomor kendaraan yang melintas juga bisa.

“Kita juga bisa melakukan perekaman dari kamera itu, selama 7 hari atau 1 minggu untuk disimpan, jika terjadi apa-apa di jalan, kita bisa langsung melihat dari rekaman yang telah kita simpan,’’katanya Rabu (5/9)kemarin.

   Sefnath mengakui, dalam ruang ACTS dilengkapi juga speaker pemberitahuan, yang dikonesikan dengan fasilitas yagn dibangun di simpang jalan, yang ada tiang kameranya. Jika ada kendaraan yang parkir sembarangan atau menurunkan penumpang sembarangan, bisa langsung ditegur lewat ruang ACTS, sesuai bahasa yang sudah distandarkan. Sebab, dalam menyampaikan informasi lewat ruang ACTS juga ada standar kata-kata yang disampaikan, seperti ucapan salam, terimakasih dan lainnya.

  Karena ACTS juga bisa digunakan untuk memberitahukan atau sebagai saran informasi untuk masyarakat, yang ada di daerah sana. “Untuk pemasangan speaker di jalan persimpangan yang konek langsung dengan ruang ACTS  baru dua , yakni di depan Kantor Pos Abepura dan simpang tiga Kotaraja-Abepura. Kemudian untuk operasional ruang ATCS Dishub, memang saat ini baru dilakukan mulai pukul 06.00-22.00 WIT, namun jika diatur selama 1×24 jam juga bisa.

   Memang, saat ini untuk pembangunan ACTS di Kota Jayapura baru terbangun 4 unit, yang ada di pesimpangan tiga Waena, simpang empat Kotaraja, simpang tiga Abepura-Kotaraja, dan simpang tiga gerilyawan Abepura. Dari empat duanya sudah bisa kita atur  trafic light langsung dari ruangan control, termasuk pemberitahuan lewat speaker dan duanya baru hanya monitoring dari ruangan,’’jelasnya

  Untuk targetnya sendiri pemasangan ada 7 titik di Kota Jayapura, namun saat ini, baru ada 4 saja, walaupun demikian, untuk layar monitoring di ruang ATCS saat ini sudah dipasang.

  Ia mengakui, dengan adanya pembangunan ACTS di Kota Jayapura, ini sangat membantu pihak Kepolisian Kota Jayapura, dimana jika ada kendaraan yang mengalami kecelakaan atau tabrak lari di daerah itu, bisa dilihat lewat rekaman kamera yang terpasang.

Termasuk kalau ada pengendara yang melanggar aturan lalu lintas, tidak pakai helm dan lainnya, bisa ditilang secara online, dimana surat tilang bisa langsung diberikan di rumah pengendara yang bersangkutan.

  Dari pantauan  Cenderawasih Pos di area ACTS, memang petugas di sana, harus diberikan pelatihan lagi, karena dalam melakukan tugasnya masih terlihat kaku, baik dalam mengoperasikan Komputer ataupun dalam memberikan informasi lewat speaker di ruang ACTS masih kaku.  Kendala lain juga pasokan listrik dalam operasional di ruangan ATCS cukup besar dayanya, sehingga pada saat diresmikan sempat beberapa kali terjadi pemadaman lampu, sehingga cukup mengkhawatirkan untu peralatan elektronik ini.

   Sementara  itu, sebelumnya Wali Kota Jayapura Dr.Benhur Tomi Mano, MM.,mengatakan, Kota Jayapura.saat ini sudah ditunjuk menjadi Kota Smart City seperti kota kota besar lainnya, Semua sistim pelayanan publik baik itu pendidikan, kesehatan, maupun lainnya di Kota Jayapura harus bisa dilakukan secara online dan terkoneksi.

  Untuk itu, Wali Kota berharap kepada masyarakat tetap mendukung program pemerintah Kota Jayapura, apa yang sudah dibangun harus bisa dijaga dan dirawat dengan baik.

Apalagi dalam pembangunan ATCS di Kota Jayapura, dari Dana Alokasi Khusus Kementrian Perhubungan RI, maka kepercayaan tersebut harus disambut dengan baik, termasuk dalam pembangunan terminal Tipe A Entrop.

  Sekedar diketahui, pemasangan ATCS sudah dilakukan di Kota Kota besar seperti di Jakarta, Surabaya dan lainnya, dimana, ditargetkan ada 25 pembangunan ATCS di Kota Jayapura sampai tahun 2019.(*/tri)

  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *