Belum Ada Kesepakatan Soal HET Beras OPM

Kepala Dinas Disnakerindag Samuel Munua bersama pengecer saat meninjau beras OPM yang disediakan Kansilog Jayawijaya, Selasa, (4/9). (FOTO: Denny/ Cepos)

WAMENA–Operasi Pasar Murah (OPM) khususnya untuk beras Bulog bagi masyarakat di Jayawijaya sudah mulai berjalan, namun penentuan Harga Eceran Tertinggi (HET)  antara Pemkab Jayawijaya dengan 52 pengecer, belum menemukan kesepakatan. Harga yang ditetapkan pemerintah pusat sebesar Rp 10.250 per Kg belum bisa diterima oleh pengecer yang meminta harga Rp 12.500 per Kg. Kepala Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian dan Perdagangan(Disnakerindag) Jayawijaya, Semual Munua mengatakan, dari hasil pertemuan bersama 52 pedagang pengecer beras Bulog di Kota Wamena, belum disepakati tentang HET.

Namun para pengecer menawarkan untuk HET beras Bulog dengan harga Rp 11 ribu hingga Rp 12.500 per Kg. “Saat rapat dengan pedagang, banyak masukan yang mesti saya laporkan ke pimpinan daerah untuk kita bahas lagi, terutama masalah harga.Karena keputusan Menteri Perdagangan Rp10.250 per Kg, sementara di lapangan hitung-hitung cukup berat, sehingga saya mesti lapor dulu kira-kira untuk HET ini berapa,”ungkapnya, Selasa (4/9).

Untuk ketersediaan beras di gudang Bulog,  kata Munua, dari hasil diskusi Disnakerindag dan pedagang sesuai dengan keputusan Menteri Perdagangan Rp10.250 per Kg harus tetap jalan, di mana nama-nama pedagang sudah diajukan dengan HET, jika hal itu sudah disepakati baru mulai berjalan.

“ Nantinya masing-masing pengecer akan mendapatkan jatah beras satu minggu sebanyak 1 ton, dan Pemkab Jayawijaya mengusulkan 200 ton per bulan hingga Desember, namun tergantung stok yang dimiliki Bulog,”katanya.

Menurutnya, jika 100 ton kemungkinan bisa, namun jika 200 masih dipertimbangkan, karena mereka tidak melayani operasi pasar saja, tetapi beras jatah untuk TNI, Polri dan ASN dan Rastra harus tetap diperhatikan, sedangkan 52 pengecer yang ditunjuk, nantinya akan dipasang spanduk dan juga diberi pengumuman perihal program ketersediaan pasokan dan stabilisai harga beras medium, yang tersebar di seluruh Kota Wamena.

“Sedangkan untuk ke distrik-distrik, Bulog dan Disnakerindag akan jual langsung di atas mobil truk yang disiapkan. Jika pengecer ada yang menjual di atas harga 12.500, maka akan diberikan sanksi yakni dicoret dari daftar pengecer,”tegasnya.

Di tempat yang sama pelaksana harian Kepala Seksi Logistik BulogWamena, Faturrahman Busman mengungkapkan, bagi pengecer yang telah ditunjuk yang membeli beras ke Bulog harus menebus terlebih dahulu baru mendapatkan beras.“Persyaratan KTP, NPWP, SITU-SIUP untuk kios yang sudah ditunjuk.Untuk operasi pasar ini disediakan pengajuannya 200 ton, namun kita akan lihat di lapangan apakah bisa kurang atau lebih,”bebernya. (jo/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *