Pembunuh Security di Buper  Waena Diringkus

Kapolres Jayapura Kota AKBP Gustav R Urbinas didampingi Wakapolres Jayapura Kota,  Kabag Ops Polres Jayapura Kota, Kasat Reskrim Polres Jayapura Kota dan Kapolsek Abepura saat memberikan keterangan pers terkait pelaku Curas yang mengakibatkan seorang security bernama Thomas Sanadit tewas ditikam, Sabtu (1/9). (FOTO : Elfira/Cepos)

JAYAPURA- Polisi akhirnya berhasil meringkus AA alias Fery H (19),  pelaku perampokan atau pencurian dengan kekerasan (curas) yang mengakibatkan Thomas Sanadit, warga Genyem Kabupaten  Jayapura Tewas dengan luka tikam di bagian dada dan perut, yang terjadi di Buper Waena akhir Juli lalu.

  Bahkan, pemuda 19 tahun itu, kini telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Satuan Reserse Kriminal Polres Jayapura Kota, usai ditangkap pada Rabu (29/8) lalu. Pelaku ditangkap saat melintas di Distrik Senggi  Kabupaten Keerom   bersama 7 rekannya yang hendak membawa 8 motor hasil curian dengan tujuan Wamena melalui jalan Trans Papua.

  Kapolres Jayapura Kota AKBP Gustav R Urbinas mengungkapkan, pelaku saat ini masih dalam proses penyidikan mengingat pelaku terjerat dua kasus, yakni kasus pembunuhan dan kasus pencurian kendaraan bermotor.

  Selain itu, lanjut Gustav, pelaku diduga selama ini telah melakukan aksi pencurian dengan kekerasan di seputaran jalan Alternatif Waena Perumnas III. “Pelaku kami jerat pasal 365 ayat 1 dan 2 KUHP dengan ancaman 15 tahun penjara, namun tidak menutup kemungkinan pelaku akan dijerat dengan pasal tentang pencurian kendaraan bermotor, tapi kami masih kembangkan lagi,” jelasnya saat menggelar pers rillis di Halaman Mapolres Jayapura Kota, Sabtu (1/9) .

  Dikatakan, kejadian curas yang mengakibatkan Thomas Sanadit tewas terjadi pada Sabtu 28 Juli 2018 lalu, ketika korban dan kekasihnya sedang berduaan di sekitar  halaman Gedung Pramuka Buaer Waena. Dimana,  sekira pukul 05.00 WIT, tiba-tiba datang tersangka dalam keadaan dipengaruhi  Miras lalu ingin mengambil barang milik korban dengan ancaman senjata tajam.

  “Sempat terjadi saling pukul antara korban dan pelaku kala itu, kemudian pelaku mencabut pisau yang telah dibawanya lalu menikam korban sebanyak dua kali mengenai dada dan perut korban kemudian pelaku melarikan diri menggunakan motor Vario bersama rekanya,” terang Gustav.

  Menurut Gustav, selain AA masih ada empat orang tersangka lainnya yang bersama-sama dengan pelaku saat kejadian. Dimana AA sudah tertangkap bersama JH, sedangkan AM dan FE masih dalam pengejaran. “Untuk satu pelaku berinisial JH kini masuk dalam DPO,” terangnya.

  Terkait dengan motif pelaku, dalam melakukan aksi pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan korban meninggal dunia, menurut Gustav, yakni pelaku ingin menguasai harta benda milik korban.

  “Motiv pelaku ingin menguasai barang barang milik korban,  saat kejadian pelaku berhasil membawa  kabur dompet yang berisikan uang dan surat surat berharga dan hasil dari aksinya digunakan untuk berpesta miras bersama rekannya,” tandasnya. (fia/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *