TP4D Belum Temukan Adanya Pelanggaran Hukum

TP4D Kejaksaan Tinggi Papua saat meninjau pembangunan Monumen Kapsul Waktu di depan Kantor Bupati Merauke, Jumat (31/8).   (FOTO: Istimewah for Radar Merauke )

MERAUKE- Tim Pengawal, Pengamanan, Pemerintahan dan Pembangunan   (TP4D) Kejaksaan Tinggi  Papua belum menemukan adanya  pelanggaran peraturan perundang-undangan terhadap proses  pembangunan Momumen Kapsul Waktu yang  ada di Merauke.  Semuanya masih berjalan sesuai dengan prosedur dan perundang-undangan.

       ‘’Sampai hari ini, kami belum menemukan adanya pelanggaran terhadap   perundangan-undangan. Semuanya    masih berjalan sesuai aturan yang ada,’’ kata  Ketua TP4D Kejaksaan Tinggi Papua Drs Fajar Sukristyawan, SH, MH   yang juga sebagai Plh Kajari Merauke itu ketika  ditemui Radar Merauke seusai melakukan monitoring dan evaluasi lapangan terhadap  pembangunan monumen  kapsul waktu tersebut, Jumat kemarin.

Lebih dari itu,   TP4D memberikan   apresiasi kepada  pihak pelaksana  kegiatan yang sampai sekarang  pekerjaan sudah mencapai sekitar 89,47 persen dari  jadwal pelaksanaan kegiatan sampai akhir Desember 2018.   

  Untuk diketahui, tim  yang beranggotakan 4 orang tersebut  melakukan peninjauan dan evaluasi selama 2 hari sejak Kamis (30/8) dan  Jumat kemarin.  Drs Fajar Sukristyawan, SH, MH   menjelaskan, adanya pengawalan dan pengamanan  proyek ini  merupakan  permintaan langsung dari satuan kerja tersebut kepada Kejaksaan Tinggi Papua.

‘’Nah kami selaku tim datang hari ini untuk melakukan monitoring dan evaluasi. Tujuan dari monitoring dan evaluasi  ini adalah untuk melihat sampai mana kemajuan dari pembangunan yang dilakukan oleh mereka. Yang kita lihat juga bagaimana perencanaan yang disandingkan dengan kemajuan  pekerjaan Di situ nanti kita lihat, apakah  ada sesuatu yang menyimpang atau malah lebih cepat,’’ katanya. Project tersebut, kata dia dijadwalkan akan selesai Desember 2018.  Sementara sampai sekarang, kemajuan pekerjaan sudah mencapai 89,47 persen. ‘’Itu suatu hal yang luar biasa,’’ jelasnya.

  Sesuai  rencana, kata dia Presiden Jokowi akan meresmikan pada 5 Oktober mendatang. ‘’Nah, kami yang terlibat didalamnya ingin melihat bagaimana cara mereka mempercepat dan adakah kendala disitu atau  semua masih berjalan sesuai dengan target,’’ terangnya.(ulo) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *