KONI Papua Apresiasi Prestasi Atlet Dayung di Asian Games

Dua atlet putri terbaik Papua Emiliana Mendau dan Stavani Ibo saat meraih medali perak melalui cabor dayung dinomot tradisional race atau perahu naga 200 meter dalam ajang Asian Games Jakarta-Palembang, Selasa (28/8). (Foto Istimewa FOR CEPOS)

JAYAPURA – Dua atlet putri terbaik Papua sukses meraih medali Perak pada event Asian Games 2018. Kedua atlet itu Emiliana Mendau (Merauke) dan Stavani Ibo (Sentani)  yang bergabung bersama tim Dayung Indonesia sukses dinomor Tradisional Race atau Perahu Naga 200 meter.

Keberhasilan atlet dayung putri Papua ini di apresiasi oleh Sekretaris Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Papua, Kenius Kogoya. Pihaknya merasa bangga karena memiliki atlit dayung putri yang sukses menorehkan prestasi baik pada Asian Games Jakarta-Palembang 2018.  “Kita harapkan mereka bisa mempertahankan prestasi yang diraih untuk PON 2020 mendatang,” kata Kenius saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (29/8) siang kemarin.

Oleh karena itu, lanjut Kenius, prestasi keduanya harus dihargai meskipun meraih medali perak. Dimana KONI Papua akan memberikan bonus, dengan harapan bonus dan hasil medali perak tersebut dapat memberikan motivasi kepada atlet disemua cabang olahraga untuk tetap berlatih meraih prestasi ditingkat nasional bahkan internasional.

“Kita dari KONI Papua juga akan memberikan bonus kepada keduanya, ini bisa jadi semangat dan motivasi bagi atlet lainnya untuk terus berprestasi, apalagi kita Papua akan menjadi tuan rumah PON 2020,” ujar Kenius.

  “Jadi tidak ada alasan langsung berpuas diri, latihan harus lebih baik lagi dan lebih keras serta disiplin menghadapi PON XX Papua. hasil ini membuktikan bahwa atlet Papua tidak kalah saing dengan atlet daerah lain di Indonesia, yang terpenting sekali atlet harus berlatih lebih keras,” kata Kenius.

Ditambahkan, sesuai keinginan Ketua Umum KONI Papua, Lukas Enembe yang meminta anak- anak Papua dapat berlaga di tingkat Internasional, baik Sea Games, Asian Games, bahkan di Olimpiade.

“Saya optimis bila latihan serta disiplin anak-anak Papua akan bersinar di tingkat dunia. Karena bagi Tuhan tidak ada yang mustahil, semua bisa terjadi jika ada kemauan yang keras untuk berlatih,” tandas Kenius. (eri/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *