Kasus Dokter Aborsi Masuki Pemeriksaan Terdakwa

JAYAPURA-Kasus praktik aborsi yang melibatkan salah satu oknum dokter yang berhasil diungkap Polsek Abepura beberapa waktu lalu, kini perkaranya dalam proses sidang di Pengadilan Negeri Jayapura. Bahkan, saat ini susah memasuki agenda untuk pemeriksaan para terdakwa.

   Kepala Bagian Humas Pengadilan Negeri Kelas 1A Jayapura, Syarifudin, SH saat dikonfirmasi mengungkapkan bahwa kasus percobaan aborsi yang melibatkan seorang dokter berisinial BO dan pelaku lainnya berinisial YA dan YV, memang sudah  dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Kelas 1A Jayapura.

  “Kasus percobaan aborsi yang melibatkan seorang dokter berisinial BO tersebut sudah dilimpahkan ke PN Jayapura pada pada 30 Juli 2018 lalu untuk dilanjutkan proses sidang,”ungkap Syarifudin kepada Cenderawasih Pos saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (29/8).

    Bahkan, Syarifudin mengaku  sidang kasus percobaan aborsi tersebut sudah dilakukan sebanyak 3 kali yakni, sidang perdana pembacaan dakwaan pada 8 Agustus, pemeriksaan para saksi  pada 15 Agustus dan sidang yang terakhir untuk pemeriksaan saksi ahli pada 28 Agustus 2018. Setelah itu sidang selanjutnya adalah , pemeriksaan terdakwa dan keterangan saksi yang meringankan. “Sidang akan dilanjutkan pada  4 September 2018,”ujarnya.

   Sampai saat ini, terdakwa  BO yang hendak melakukan aborsi,  maupun YV asisten BO yang ikut membantu melakukan praktik aborsi masih status tahanan PN Jayapura sejak sejak dilimpahkan dari Kejaksaan pada 30 Juli 2018 lalu.

   Pasal yang didakwakan juga berbeda, baik antara terdakwa 1 (BO) dan terdakwa 2 (YA) dan juga pasien yang melakukan aborsi (YV). Dimana untuk BO dijerat dengan pasal 194 jo pasal 75 ayat (1) dan (2) undang-undang nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan dengan ancaman maksimal 10 tahun. Begitu juga dengan tersangka YA. Sedangkan YV dijerat pasal 194 jo pasal 75 ayat (1) dan ayat (2) undang-undang nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan jo pasal 55 KUHP.

   Kasus dokter BO sendiri, terungkap pada 1 Maret 2018 sekira pukul 08.00 WIT di depan Apotek Dewi Jl Gerilyawan, Abepura. Dimana YA, kembali ke Apotik Dewi untuk bertemu dokter BO guna menjalani proses pengeluaran bayi. Namun karena saat itu apotek tersebut tutup, akhirnya YA yang berstatus mahasiswi ini memilih menunggu di depan ruko jejeran Apotek Dewi. Diduga pengaruh obat atau alat untuk aborsi bekerja kuat, akhirnya YA melahirkan di pinggiran halaman ruko dan bayi tersebut sempat terjatuh.

  Terkait hal ini, setelah ditelusuri penyidik, akhirnya diketahui bahwa ada proses kelahiran yang tak biasa. Pelaku YA melahirkan karena gagal melakukan aborsi.(kim/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *