Melihat Diversifikasi Produk Daun Gatal Untuk Ekonomi masyarakat Depapre

Ibu-ibu di Distrik Depapre, melihat pelatihan pembuatan daun gatal menjadi produk simplisia dan salep daun di aula Distrik Depapre Kabupaten Jayapura, Senin (27/8).   (FOTO: Yewen/Cepos)                                                                                                                                              

Bisa Dijadikan Produk Simplisia dan Salep Daun

Jika selama ini masyarakat menjadikan daun gatal sebagai obat tradisional dengan hanya menempelkan atau menggosok di tubuh secara tradisional, maka Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Universitas Cenderawasih telah menjadikan daun gatal sebagai produk simplisia dan salep danau. Seperti apa proses pembuatannya?

Laporan: Roberth Yewen-Sentani

Daun gatal merupakan salah satu obat tradisional yang selama ini digunakan oleh seluruh masyarakat asli Papua sebagai salah satu obat tradisional yang mampu menyembuhkan pegal-pegal atau rasa sakit di badan, kaki, dan sekitarnya.

Namun demikian, penggunaan daun gatal yang dilakukan oleh masyarakat Papua masih tradisional, yaitu hanya menggosok atau menempel daun gatal di badan yang mengalami kesakitan atau pegal-pegal.

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Universitas Cenderawasih melakukan Desiminasi Produk Teknologi ke Masyarakat (DPTM) Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Universitas Cenderawasih, dengan judul Diverifikasi Produk Daun Gatal untuk Ekonomi Masyarakat di Distrik Depapre.

(DPTM) Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Universitas Cenderawasih, Eva Susanty Simaremare, M.Si, menjelaskan bahwa untuk produk simplisia, yaitu daun gatal yang basah dikeringkan di bawah matahari kurang lebih 1-3 hari. Setelah itu, di masukan kedalam wadah atau kemasan.

Sedangkan produk salep daun adalah melelehkan polietilen glikol (PEG) sebanyak 6000 dicampur dengan PEG 400 metil paraben, simplisia daun gatal dan pengharum dan dituangkan ke wadah.

“Nanti simplisia atau danau gatal yang kering di taruh saja 1-2 lembar di badan yang pegal dan ambil salep sebanyak 5 gram oleskan di bagian tubuh yang pegal,” jelasnya, usai melatih ibu-ibu di Distrik Depapre Senin (27/8).

Untuk memberikan pelatihan mengenai produk simplisia dan produk salep daun ini pihaknya melibatkan Balai Besar POM Jayapura, 3 dosen, 1 perwakilan Staf Ahli DPR RI, dan 8 orang mahasiswa dari Fakultas MIPA Univeristas Cenderawasih, serta 41 masyarakat yang merupakan ibu-ibu di Distrik Depapre.

Eva mengatakan tujuan dari kegiatan ini adalah bagaimana memberikan edukasi dan melatih masyarakat untuk membuat produk sediakan topikal daun gatal serta mengajarkan masyarakat untuk bagaimana me registrasi obat tradisional supaya bisa teregistrasi di Balai Besar POM.

“Diharapkan dengan kegiatan ini, maka masyarakat Depapre dapat membuat obat tradisional produk daun gatal yang teregistrasi di Balai POM dan juga dapat meningkatkan ekonomi masyarakat kedepannya,” ucapnya. (*/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *