Kapasitas Peti Kemas dan Kecepatan Bongkat Muat Meningkat

Aktifitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Jayapura, Senin (27/8) kemarin.(FOTO: Yohana/Cepos)

JAYAPURA –  Baru-baru ini PT Pelindo IV telah meresmikan 16 Proyek Stategi Nasional  (PSN). Dengan diresminkanya 16 PSN tersebut tentunya akan menambah kapasitas peti kemas dan juga menambah kecepatan bongkar muat di 16 PSN, dimana salah satunya di Dermaga Peti Kemas Pelabuhan Jayapura.

Dirut Utama PT. Pelindo IV Doso Agung  mengatakan, dengan diresmikannya 16 proyek strategis ini, total kapasitas peti kemas ditambah menjadi 2 juta TEUs per tahun dari sebelumnya hanya 700.000 TEUs per tahun. Jumlah itu di luar kapasitas yang dimiliki Terminal Peti Kemas Makassar (TPM), Makassar New Port (MNP) dan Kaltim Kariangau Terminal (KKT).

“Selain kapasitas, fasilitas bongkar muat peti kemas dari crane kapal menjadi fix crane atau container crane juga bertambah, sehingga kecepatan bongkar muat barang dari rata-rata hanya 8 – 12 box per jam, menjadi 22 – 28 box per jam,” ungkap Agung kepada Cenderawasih Pos, Senin (27/8) kemarin.

Lanjutnya, kapasitas terminal penumpang dari sebelumnya hanya 6.000 penumpang menjadi 11.700 penumpang per siklus kegiatan. Seluruh pembangunan strategis ini juga didampingi oleh TP4P, TP4D, BPKP dan Tim Pendamping dari masing-masing Polda setempat.

“16 PSN yang diresmikan yaitu di Pelabuhan Jayapura, pihaknya membangun dermaga penumpang 100 meter dan replacement dermaga 150 meter dengan kapasitas 200.000 TEUs per tahun, dari sebelumnya hanya 90.000 TEUs per tahun dengan penyerapan anggaran sebesar Rp 165 miliar,” jelasnya.

Selain itu, investasi 2 unit RTG dari 15 box per jam menjadi 25 box per jam, dengan penyerapan anggaran senilai Rp 34 miliar, serta investasi 2 unit container crane senilai Rp 100 miliar.

Diungkapkan Doso Agung, di Pelabuhan Merauke, Pelindo IV juga berinvestasi sebesar Rp 76 miliar untuk pembangunan dermaga peti kemas 75 meter dan pondasi fixed crane dengan kapasitas 100.000 TEUs per tahun, dari sebelumnya hanya 30.000 TEUs per tahun.

“Kami juga melakukan investasi alat, yaitu 2 unit fixed crane senilai Rp 25 miliar dengan kapasitas 18 box per jam, dari sebelumnya hanya 5 box per jam. Di Pelabuhan, Pelindo IV juga menanam investasi sebesar Rp 87 miliar untuk membangun dermaga penumpang 142 meter.  Dengan investasi ini, kapal yang sandar dulunya hanya bisa ukuran 3.000 GT, sekarang bisa dengan ukuran 14.000 GT,” terangnya.

Selanjutnya di Pelabuhan Sorong, Pelindo IV membangun kantor cabang dengan investasi sebesar Rp 23 miliar. Melalui investasi ini, kantor cabang yang sebelumnya hanya mampu menampung sebanyak 50 orang, kini bisa didiami sebanyak 150 orang dan juga pembangunan dermaga petikemas segmen B 143 meter, yang menyerap anggaran sebesar Rp 192 miliar dengan kapasitas kini menjadi 300.000 TEUs per tahun, dari sebelumnya hanya 50.000 TEUs per tahun.

“Di Pelabuhan Manokwari, investasi yang kami keluarkan adalah pembangunan dermaga peti kemas 75 meter senilai Rp 46,2 miliar dengan kapasitas yang meningkat jadi 100.000 TEUs per tahun dari sebelumnya hanya 30.000 TEUs per tahun. Juga investasi 2 unit fixed crane senilai Rp 40 miliar berkapasitas 18 box per jam dari sebelumnya hanya 5 box per jam,” bebernya.

Doso menambahkan, selain PSN di Wilayah Papua, pihaknya juga menanam sejumlah investasi untuk pengembangan sejumlah pelabuhan di Wilayah Sulawesi. (ana/ary)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *