Akui Pembinaan Atlet PASI Menurun

Erik / Cepos
Sekretaris Umum KONI Papua, Kenius Kogoya

JAYAPURA – Tampaknya prestasi atletik Papua yang semakin merosot menjadi perhatian serius. Atletik Papua yang dulu dikenal sebagai cabang olahraga unggulan Papua dan terus torehkan berbagai prestasi ditahun-tahun sebelumnya baik di event nasional bahkan internasional, namun kini tahun berganti tahun, prestasi Atletik baik dinomor lari, lompat, lempar dan tolak mengalami penurunan.

Terakhir pria kelahiran 1991, Franklin Burumi menjadi sprinter asal Papua yang sukses mempersembahkan tiga medali emas bagi Indonesia di Sea Games 2011, selain Franklin menurut website resmi PB Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) atau Indonesia Athletics Federation menyebut nama-nama seperti Silzer Numberi, Josephine Mahuse, dan Frans Mahuse masuk dalam jajaran record Indonesia.

“Atletik ini sebenarnya kalau dibina atletnya dengan baik, kita tidak kalah saing dengan daerah lain. Kita harapkan pengprov sering komunikasi dengan kita (KONI), karena yang terlihat pembinaan atlet tidak berjalan efektif,” ungkap Sekertaris Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Papua, Kenius Kogoya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (28/8) siang kemarin.

Kenius memberikan apresiasi atas digelarnya Kejuaraan Daerah (Kejurda) Atletik di Kabupaten Yapen, Serui 27 Agustus – 1 September 2018 mendatang, pasalnya kejurda tersebut sudah seharusnya dilakukan dan harus lebih banyak kejuaraan/event lainnya sebagai bentuk pembinaan atlet, pencarian bibit yang punya potensi dari daerah lainnya.

“Contoh kasus kemarin di Kejurnas Atletik di Jakarta, hasilnya kita jauh sekali, Papua berada diurutan 12 dari 34 provinsi. Memang harus banyak buat event seperti sekarang ini supaya atlet-atlet potensi dari daerah bisa terseleksi karena atletik nomornya cukup banyak dan anak-anak didaerah itu luar biasa,” ungkapnya.

Atas prestasi yang semakin menurun, Kenius menegaskan bahwa kedepan kepengurusan PASI Papua sebaiknya akan di evaluasi menyeluruh karena pembinaan tidak bejalan maksimal dan efektif. Hal itu dilakukan sebab cabang olahraga (cabor) atletik merupakan salah satu prioritas bagi Papua pada PON 2020 mendatang.

“Kedepan untuk kepengurusan PASI kita akan lakukan evaluasi karena pembinaan tidak berjalan baik. Atletik itu cabang prioritas karena pelari kita tidak kalah saing dengan daerah lain, salah satu kesalahan juga dari pengurus. Jadi pelaksanaan kejurda di Serui kita juga akan turunkan tim talent scoting,” tutup Kenius. (eri/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *