Tes HIV Tidak Boleh Dipaksakan

JAYAPURA– Tes HIV yang merupakan bagian untuk mengetahui status HIV seseorang, terdapat prinsip besar di mana tes HIV ini tidak boleh dipaksakan.  Namun sebaliknya bersifat anjuran untuk dilakukan.

Terkait hal tersebut, Sekretaris Komisi Penanggulangan HIV (KPA) Provinsi Papua, Constant Karma, menilai bahwa dibandingkan perempuan, laki-laki lebih sulit melakukan tes HIV. Bukan karena alasan macam-macam, hanya saja, Karma melihat laki-laki cenderung cuek dan tidak ingin sesuatu yang merepotkan, seperti melakukan tes HIV.

“Tes HIV ini bukan mereka  tidak mau, melainkan hanya saja laki-laki itu tidak mau repot. Makanya, berangkat dari hal inilah, KPA Provinsi Papua berupaya mencari jalan sehingga lebih banyak laki-laki yang mau melakukan tes HIV untuk mengetahui status HIV-nya,’’ujar Constant Karma kepada Cenderawasih Pos, Minggu (26/8) kemarin.

Lanjutnya, kalau tes HIV untuk anak-anak sekolah tidak jadi masalah. ‘’Saya pikir kita mampu, sebab, sirkumsisi pun dilakukan melalui peran sekolah, sehingga saya yakin untuk tes HIV bisa dilakukan. Walau memang ada prinsip besar di mana tes HIV ini tidak boleh dipaksakan, kami hanya mengajurkan,” ungkapnya.

Berangkat dari tes HIV ini, jika kemudian hasilnya positif, maka orang tersebut akan diperkenalkan terhadap program-program selanjutnya, sepertinya halnya rutin meminum obat ARV. Sementara kalau sebaliknya terbukti hasilnya negatif, maka orang tersebut akan diarahkan untuk hidup lebih sehat dan positif dan tidak berperilaku beresiko. (gra/ary)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *