Skouw Pecahkan Rekor MURI

PECAHKAN REKOR – Suasana makan kelapa terbanyak yang dilakukan di Kampung Skouw Yambe Distrik Muara Tami, Sabtu (25/8) pekan kemarin. Dari 20.000 butir kelapa muda yang disiapkan, MURI akhirnya menyatakan event ini berhasil memecahkan rekor. (FOTO : Gamel Cepos)

Makan Kelapa Muda Terbanyak pada Festival Makan Kelapa

JAYAPURA – Niat masyarakat di Skouw Distrik Muara Tami untuk memecahkan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI)  makan kelapa terbanyak selama ini akhirnya berhasil. Tercatat ada 20.000 buah kelapa yang disiapkan oleh warga dan langsung dimakan bersama olah masyarakat dalam Festival Makan Kelapa Muda yang digelar di Pantai Skouw, Yambe, Sabtu (26/8).

  Meski belum ada data jumlah berapa kelapa yang dimakan, namun MURI memberi jawaban bahwa jumlah kelapa yang dimakan tersebut telah memecahkan rekor. Memang sedikit sulit untuk menghitung berapa jumlah yang dimakan oleh warga sebab banyak potongan kepala yang terbuang begitu saja.

“Yang kami hitung adalah yang dimakan, bukan jumlah buah kelapanya dan setelah kami cek ternyata rekornya terpecahkan,” kata Andre, salah satu perwakilan MURI usai kegiatan festival kelapa muda sekaligus memecahkan rekor MURI makan kepala terbanyak tersebut.   

  Wakil Wali Kota Jayapura, Ir Rustan Saru MM yang membuka kegiatan ini memberi apresiasi dan berharap event ini bisa membuka mata publik bahwa tiga kampung Skouw ini memiliki banyak potensi sumber daya alam. Ia justru berharap festival serupa bisa dilakukan tiap tahun dan semakin besar sehingga warga yang baru pulang dari daerah perbatasan RI – PNG bisa langsung mampir ke kampung ini. Jika perlu dilakukan tiap akhir pekan.

“ Coba dikemas sebaik mungkin lalu dibuat setiap Sabtu atau akhir pekan, jadi ini akan semakin dikenal publik. Masyarakat sudah harus biasa mengelola potensi yang dimiliki. Dikelola secara baik untuk meningkatkan perekonomian keluarga,” katanya.

  Sementara Ondoafi Kampung Skouw, Abisai Rollo menyampaikan bahwa pihaknya ingin kegiatan ini dilakukan setiap tahun dengan mengundang masyarakat Jayapura untuk mengetahui jika Skouw   itu daerah wisata dan kelapa bagian dari kehidupan masyarakat Skouw.

“Dengan rekor MURI ini semoga bisa mendorong perekonomian warga dari potensi alamnya. Orang selalu berfikir Skouw itu jauh, padahal lokasinya sebelum perbatasan dan pantainya ada termasuk kaya dengan pohon kelapa. Saya sendiri memiliki dusun yang bisa menghasilkan 100 ribu buah. Jika ini jadi tempat wisata akan dibangun honai dan lainnya. Kami akan garap jadi daerah wisata tak ada penarikan karcis macam-macam,” pungkasnya.

  Pantauan Cenderawasih Pos dari beberapa titik tumpukan kepala yang  disiapkan ternyata jumlah kepala melebihi dari peserta yang hadir sehingga satu orang ada yang menghabiskan 4 hingga 6 buah kelapa. Selain itu ada juga pameran kerajinan tangan dan pembuatan keripik dari ubi termasuk ikan asar dan penjualan asesoris menjadi daya tarik tersendiri yang ikut menyemarakan ajang pemecahan rekor MURI tersebut.

Salah satu tujuan diselenggarakannya festival makan kelapa di Skouw adalah untuk memperkenalkan kampung Skouw dengan pantainya yang indah, sebagai tempat wisata yang potensial bagi warga kota Jayapura dan sekitarnya, wisatawan lokal maupun manca negara. (ade)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *