Polres Keerom Amankan 40 Motor Curian

Noel/Cepos
Tampak puluhan (40) motor yang diduga curian yang berhasil diamankan tim gabungan Polda dan Polres Keerom.  Motor tersebut diamankan di Polres Keerom, Senin, (27/8).

JAYAPURA-Tim Gabungan dari Ditreskrimum Polda Papua dan Sat  Reskrimi Polres Keerom berhasil membongkar kasus penjualan kendaraan roda dua (motor) yang diduga merupakan hasil curian di areal PT. Tandan Sawita Papua Rajawali, Distrik Arso Timur, Kabupaten Keerom, Senin, (27/8).

Sebanyak 40 unit sepeda motor berbagai merek tanpa dilengkapi surat  surat berhasil disita pihak kepolisian dari  tiga lokasi perkebunan PT. Tandan Sawita Papua Rajawali, dan saat ini puluhan motor tersebut tengah diamankan di Mapolres Keerom.

Kapolres Keerom, AKBP Muji Widi Harto SIKdalam jumpa pers Senin, )27/8) menjelaskan, terungkapnya kasus tersebut berawal dari informasi yang diterima pihaknya dari masyarakat yang menyebutkan di lokasi PT.Tandan Sawita Papua sering didatangi orang untuk memperjualkan motor yang diduga hasil curian.

Setelah melakukan penyelidikan lebih lanjut, tim gabungan  kemudian melakukan giat razia atas laporan tersebut. Saat dilakukan razia dengan mengerahkan tiga regu yang terfokus pada kebun 1, kebun 3 dan 5 di areal perusahaan itu, polisi menemukan 40 unit sepeda motor yang diduga keras merupakan hasil tindak pidana Curanmor.

“Pukul 11.00 WIT, tim gabungan dengan membawa seluruh barang bukti tiba di Mapolres Keerom dan langsung melakukan pendataan terhadap 40 unit motor yang diamankan itu. Tiga orang saksi yakni YA, DW dan A saat ini sedang kami lakukan pemeriksaan awal. Mereka mengetahui identitas penjual motor hasil curian itu,”ujarnya.

Dari hasil penyelidikan, lanjut Kapolres, motor tersebut dijual murah oleh pelaku yang masih belum diketahui keberadaannya yakni berkisar Rp 1 juta hingga Rp 4 juta per unit.

“Informasi ini berdasarkan keterangan dari warga, namun akan kita dalami lagi. Pihak manajamen perusahaan mendukung langkah kami,  hal ini dilakukan untuk menekan tindak pidana pencurian kendaraan bermotor,”tegasnya.

Mantan sekretaris pribadi Kapolda Papua ini mengimbau kepada masyarakat, apabila merasa kehilangan sepeda motor agar segera datang ke Mapolres Keerom untuk melakukan pengecekan, dengan syarat membawa surat-surat kelengkapan kenderaan bermotor serta surat laporan kehilangan dari pihak kepolisian.

Sementara itu, salah satu karyawan di PT Tndan Sawita usai mengambil motornya di Polres Keerom yang tidak menyebutkan namanya mengungkapkan, sering terjadi jual beli dengan harga yang murah di wilayah kerjanya.

“Kita  memang dengar dari masyarakat, ada penjulan motor tapi di malam hari dengan hagra murah, Rp 2-Rp 3 juta,”pungkasnya. (oel/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *