Bulog Ancam Pidanakan ASN

Denny/ Cepos
Stok beras Bulog yang saat ini berada dalam Gudang Bulog Wamena. Ancam pidanakan ASN yang perjualbelikan Rastra.

Jika Perjualbelikan Bansos Rastra

WAMENA-Kepala Perum Bulog Provinsi Papua, Fauzi Muhamad menegaskan, tidak boleh beras Bulog diperjualbelikan di pasaran secara sembarangan atau beras tersebut diambil dari gudang Bulog karena sanksinya adalah pidana. Beras tersebut disediakan oleh nagara kepada masyarakat dengan beberapa ketantuan.

Menurutnya, beras Bulog boleh diperjualbelikan jika beras tersebut sudah didapat dari penerima manfaat dan dijual kepada pedagang, itu terserah pada penerima manfaat karena itu hak mereka, tapi kalau dari aparatur pemerintah seperti dari distrik, itu akan dipidanakan.

“Saya tegaskan siapapun aparatur negara yang bertugas menyalurkan beras kepada masyarakat, namun tidak dilakukan justru diperdagangkan maka saya pidanakan, itu konsekuensi hukum yang berlaku,”ungkapnya pekan lalu saat ditemui di Wamena.

Untuk beras Bantuan Sosial (Bansos) berupa beras sejahtera (Rastra), kata Fauzi Muhamad, tidak boleh diperjualbelikan secara langsung kecuali dari penerima manfaat yang menjualnya, itu merupakan haknya mau dimakan atau dijual kembali, tapi kalau ketahuan orang Bulog yang menjualnya maka yang bersangkutan akan dipidanakan.

“Tidak ada tawar menawar lagi kalau sampai aparatur dari Bulog maupun distrik yang menjual beras Bansos Rastra yang disediakan pemerintah pusat kepada masyarakat,”katanya.

Ia juga menjelaskan, dalam waktu dekat ini, Bulog dan pemerintah daerah akan menjual Sembako yang murah atau dapat dijangkau oleh masyarakat sampai di daerah terpencil seperti beras, dan kebutuhan pokok lainnya.

Untuk menindaklanjuti hal itu, Pemkab Jayawijaya menunjuk penyalur yang dipercaya.Setelah menunjuk penyalur maka Bulog akan mendrop Sembako bersubsidi tersebut, penyalur tersebut akan diberikan tanda inflasi cadangan beras pemerintah, harganya juga sudah ditentukan sesuai peraturan pemerintah dan tidak boleh lebih dari yang sudah ditentukan itu.

“Inflasi cadangan beras dan Sembako pemerintah ini akan dilakukan pengawasan langsung dari pemerintah daerah melalui dinas terkait, sehingga tidak seenaknya penyalur Bansos ini memberikan harga yang telah dipatok pemerintah,”bebernya.

Sementara itu dari pantauan Cenderawasih Pos di pasaran di Wamena, masih banyak beras Bulog yang diperjualbelikan, bahkan setiap kios atau toko memiliki banyak cadangan beras yang berlebel Bulog. Salah satu pedagang di Pasar Safridarwin Wamena, Irgi  mengakui jika ia membeli beras Bulog untuk diperjualbelikan di pasaran dari beberapa toko dan distributor barang di Jayawijaya dengan harga Rp 1, 2 juta untuk ukuran 50 Kg dan dijual kembali kepada masyarakat dengan harga Rp 23.000 per Kg.(jo/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.