Kadis PU Batalkan Tanda Tangan Kontrak Tiga Perusahaan

Djuli Mambaya. (FOTO : Hans Cepos)

JAYAPURA– Gara-gara para tenaga ahli pengawas penyelenggara pekerjaan konstruksi tak hadir saat penandatanganan kontrak, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) membatalkan penandatanganan kontrak pengawasan penyelenggaraan pekerjaan konstruksi dengan tiga pimpinan perusahaan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Papua Djuli Mambaya mengaku kecewa dengan sikap dan komitmen para tenaga ahli pengawas penyelenggara pekerjaan konstruksi yang tak hadir saat penandatanganan kontrak.

“Sangat aneh, masa saya sendiri harus tanda tangan kontrak itu. Mestinya pimpinannya hadir di sini atau perwakilan. Jangan-jangan ini konsultan pengawas tipu-tipu yang meski menang tender tapi kantor maupun orangnya ada di luar Papua,”ungkap Djuli.

Djuli menyampaikan, selain wajib dihadiri pimpinan perusahaan, para tenaga ahli yang ditunjuk pun harus ada di lokasi penandatanganan. Bukan seenaknya begitu saja apalagi tak hadir pula.

“Sementara ini saya batalkan dan kasih waktu dua hari kepada tiga perusahaan atau konsultan pengawas ini. Kalau sampai dengan waktu yang ditentukan tersebut  tidak bisa menghadirkan pimpinan dan tenaga ahlinya maka pekerjaan saya batalkan dan ganti dengan cadangan dibawahnya,”tegas Djuli.

Sementara itu ditempat terpisah Wakil Direktur CV. Cipta Buana Lestari, Muhammad Fahrid mengaku siap memenuhi tuntutan untuk menghadirkan para tenaga ahli sejumlah empat orang sebagaimana yang tertera dalam kontrak.

“Memang untuk saat ini kami baru bisa menghadirkan tiga orang. Apalagi kami dihubungi tiba-tiba pada pukul 12.30 Wit sehingga datang dengan komposisi yang ada. Namun kami siap memenuhi persyaratan yang disampaikan kepala dinas saat penandatanagan nanti,”ucap Fahrid.

Sementara itu  Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Papua melalui Kepala Dinas PUPR Papua , Djuli Mambaya,Kamis kemarin dijadwalkan untuk melakukan penandatanganan kontrak pengawas penyelenggara pekerjaan konstruksi di ruang kerjanya bersama tiga konsultan lapangan. Ketiga perusahaan tersebut yakni, PT. Wadah Dirham Konsultan, CV. Widya Sarana Konsultan serta CV. Cipta Buana Lestari.(ans/ary)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.