Hamba Tuhan Beritakan Suara Kenabian dan Tidak Memihak

Kabid Hukum dan HAM GKI di Jayapura Pdt. Y. Tablaseray. S.Th. M.Si, MH, Frenky Persulessy, SH saat  mendampingi Pdt. Fera Diana Aibini, S.Si dalam penyampaian klarifikasi berita 13 Agustus 2018 lalu di kantor Sinode Jayapura, Selasa (21/8) lalu.

Pdt, Fera Aibini Klarifikasi Pemberitaan, Berharap  Kondisi Kabupaten Puncak Jaya Kondusif

JAYAPURA – Terkait Dengan adaya pemeritaan 13 Agustus 2017 lalu di Surat Kabar Harian Cenderawasih Pos, dengan judul Pdt. Veradiana: Kami Mendukung Tindakan tegas Terhadap KKB. telah menimbulkan ketidak nyaman bagi pihak Pdt. Vera Dianan Aibini.

Ketua Majellis Jemaat GKI Bethel Mulia Kab.  Puncak Jaya, Pdt. Vera Diana Aibini mengakui bahwa dirinya memang sempat diwawancarai oleh Humas Posda Papua bertempat di Pastori GKI Bethel Mulia pada 23 Juli 2018 sekitar pukul 15.20 Wit, prosesi wawancara tersebut memakan waktu 15 menit dengan topic pembahasan pandangan gereja tentang situasi keamanan secara umum yang terjadi di Kabupaten Puncak Jaya.

  “ Dalam proses wawancara tersebut, saya menyampaikan beberapa hal dari pandangan saya sebagai hamba Tuhan saya telah menghadapi situasi keamanan yang terjadi di Puncak Jaya, dikarenakan banyak anggota jemaat saya yang bertugas di Puncak Jaya telah menjadi korban  pembunuhan. dan sebagai pendeta saya hanya mampu mendoakan agar oleh karena campur tangan Tuhan situasi keamanan di Puncak Jaya dapat menjadi kondusif,” kata Pdt. Fera kepada Cenderawasih Pos, Selasa (21/8) kemarin.

  Dirinya juga menjelaskan sesuai dengan firman Tuhan, tindakan pembunuhan adalah dosa dan tidak dibenarkan didalam Alkitab, siapapun oknum yang melakukan tindakan kejahatan (membunuh) harus dihukum sesuai dengan undang-undang yang berlaku di Negara Indonesia.

“Sebagai hamba Tuhan saya hanya bertugas mendoakan seluruh jemaat Tuhan, baik itu pihak TNI dan Polri maupun masyarakat. Saya juga menyampaikan kepada pihak TNI dan Polri yang bertugas sebagai keamanan negara agar dapat tetap sabar dan kuat dalam menghadapi situasi yang terjadi di Puncak Jaya,” jelasnya.

Dalam kaitannya dengan peran gereja sendiri, di mana gereja itu berdiri di tengah-tengah masyarakat untuk memberitakan suara kenabian sesuai dengan yang tertuang dalam Alkitab. Gereja tidak memihak terhadap satu kelompok maupun kelompok lainnya. Sebaliknya, kehadiran dan peran gereja adalah untuk melayani, di mana dalam membangun persekutuan kasih diantara umat manusia.

  Gereja tidak lain merupakan persekutuan yang hadir di tengah-tengah kehidupan bermasyarakat secara universal. Dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara, gereja sendiri memiliki tugas pewartaan dan berperan aktif untuk selalu memberikan nilai-nilai positif bagi umatnya. Nilai-nilai positifnya sudah pasti masih sesuai dengan apa yang diajarkan dalam Firman Tuhan.

  Lanjutnya, namun berdasarkan pemberitaan pada (13/8) lalu telah menimbulkan ketidak nyamanan bagi pihaknya dan keluarga beberapa pernyataan yang dibuat sama sekali tidak disampaikan oleh Pdt. Fera Diana Aibini sebagai sumber yang diberitakan.

“Beberapa pernyataan yang bersifat menyudutkan sama sekali tidak mewakili apa yang telah saya sampaikan seperti halnya Judul Berita Pdt. Veradiana: Kami Mendukung Tindakan tegas Terhadap KKB, halaman 2 kolom pertama terkait dirinya berharap adanya tindakan tegas untuk segera memberantas KKB dan NKRI menjadi harga mati. pernyataan yang saya sampaikan hanya berupa tanggapan umum situasi keaadan di kabupaten Puncak Jaya dan tidak terlepas dari tanggapan seorang hamba Tuhan,” ujarnya.

Dirinya menyampikan bahwa siapapun yang melakukan tindakan kejahatan (pembunuhan) harus dihukum  sesuai dengan undang-undang yang berlaku karena nyawa manusia adalah hak Tuhan.

“Saya hendak mengklarifikasi pemberitaan tersebut yang telah menjadi kontroversi di kalangan masyarakat yang beranggapan bahwa gereja telah terlibat dalam mengeluarkan pernyataan yang bersifat menyudutkan satu kelompok, saya ingin menyampaikan bahwa gereja tetap berada pada posisi tengah untuk menyampaikan suara kenabian dalam hal-hal seperti ini,” tutupnya. (ana/gra/luc)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *