Papua  berpeluang Gelar Simposium Sagu Dunia

Koordinator Penggiat Sagu Papua, Marshall Suebu, memberikan penjelasan tentang sagu kepada Penjabat Gubernur Papua, Mayjen TNI (Purn), Soedarmo dan Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si, di sela-sela pelaksanaan Festival Sagu ke II di Kampung Kwadeware Distrik Waibu, belum lama ini. (FOTO : Yewen/Cepos)

SENTANI- Aktivis sekaligus pemerhati sagu Papua, Marshall Suebu, mengungkapkan bahwa Papua memiliki peluang yang cukup besar untuk menyelenggarakan Simposium sagu atau perayaan hari sagu dunia pada tahun 2019 mendatang.

Menurut Marshalla, pihaknya pada awal bulan Agustus yang lalu telah menghadiri simposium sagu dunia yang berlangsung di Pekan Baru Provinsi Riau, yang merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang telah menghasilkan hampir 300 lebih jenis olahan dari sagu, baik berbentuk makanan maupun minum.

“Jadi dari simposium ini membuat Papua memiliki peluang yang besar untuk menyelenggarakan kegiatan simposium atau perayaan hari sagu tahun 2019 mendatang,” ungkapnya kepada Cenderawasih Pos di Sentani, Senin (20/8).

Mewakili Koordinator penggiat sagu Papua, Marshall mengharapkan dukungan dari semua pihak, baik pemerintah, lembaga swadaya masyarakat (LSM), dunia usaha, tokoh adat, tokoh agama, TNI-POLRI, dan seluruh masyarakat untuk bersama-sama melaksanakan simposium sagu dunia dan perayaan hari sagu di Papua.

“Para aktivis dan para penggiat sagu sangat mengharapkan sesegera mungkin membentuk tim oleh Pemerintah Provinsi Papua dan kabupaten potensi sagu, seperti misalnya Kabupaten Jayapura, Mappi dan lain-lainnya, untuk bersama-sama mensukseskan kegiatan simposium sagu dunia dan hari sagu yang rencananya akan dilaksanakan di Papua tahun 2019 mendatang,” ucapnya.

“Sagu ini bukan saja menjadi makanan tradisional, tetapi kalau di kembangkan, maka akan luar biasa. Kita belajar dari Kabupaten Kepulauan Meranti di Provinsi Riau yang sudah menyapa dunia. Jadi mereka punya stekmen itu, sagu Riau menyapa dunia dan sudah dikenal dunia. Oleh karena itu, kita coba juga menggaungkan satu stekmen yang menggugah masyarakat di Papua, yaitu sagu Papua lumbung pangan dunia,” ujarnya. (bet/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *